Home / Berita / Internasional / Afrika / Pemerintah Kudeta Sita Jaringan Mini Market ‘Zad’ dan ‘Suudy’ Milik IM

Pemerintah Kudeta Sita Jaringan Mini Market ‘Zad’ dan ‘Suudy’ Milik IM

Pengusaha dan Wakil Mursyid 'Am IM, Khairat Syatir (roayahnews.com)
Pengusaha dan Wakil Mursyid ‘Am IM, Khairat Syatir (roayahnews.com)

dakwatuna.com – Mesir. Aparat keamanan Mesir menutup dan menyita jaringan usaha mini market milik dua petinggi Ikhwanul Muslimin (IM), sebagai bagian dari ‘perang’ rezim baru dengan gerakan dakwah terbesar di dunia Islam tersebut.

Anggota komite khusus penyitaan kekayaan IM yang dibentuk oleh rezim As-Sisi, Wadie’ Hana (hakim), menyatakan bahwa pihaknya memutuskan untuk menutup dan menyita mini market ‘Zad’ dan mini market ‘Suudy’ beserta seluruh cabangnya di Mesir.

Keputusan penyitaan tersebut berdasarkan kesimpulan bahwa keuntungan dari jaringan usaha tersebut dipergunakan untuk menyokong aktifitas IM, termasuk aksi-aksi menentang kudeta militer.

Sebagaimana diketahui, jaringan mini market ‘Zad’ dimiliki oleh Wakil Ketua Mursyid ‘Am IM, Khairat Syatir’ dan mini market ‘Suudy’ dimiliki oleh pengusaha IM, Abdurrahman Suudi.

Putri Khairat Syatir, Aisyah Syatir, menyatakan bahwa penyitaan yang dilakukan oleh pemerintah kudeta tidak semata menutup mini market seluruhnya, tetapi merampasnya secara tidak legal dengan mengambil alih manajemen dan menggunakan keuntungannya secara sepihak.

Dalam akun sosial medianya, Aisyah mendoakan agar aksi perampasan dan kezaliman tersebut berakibat buruk bagi keberlangsungan rezim kudeta As-Sisi. (islammemo/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Ahmad Syafiq, mantan PM.Mesir era Mubarak. (repubika.co.id)

Analis: Syafiq akan Kembali ke Mesir Sebagai “Capres” Pilihan Uni Emirat Arab

Organization