Home / Berita / Silaturahim / (Foto) Tarhib Ramadhan 1435 H ala Muslim Indonesia di Western Australia

(Foto) Tarhib Ramadhan 1435 H ala Muslim Indonesia di Western Australia

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

dakwatuna.comDalam rangka mempersiapkan diri dan keluarga menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1435 Hijriyah, masyarakat Muslim Indonesia di kota Perth – Western Australia melakukan persiapan dengan mengadakan acara Tarhib Ramadhan. Kegiatan Tarhib Ramadhan tersebut diselenggarakan oleh Cahaya Hati (CH) Foundation bekerja sama dengan Pengajian Muslimah Sabtu.

CH Foundation adalah sebuah yayasan yang didirikan oleh komunitas muslim Indonesia di Perth, sedangkan Pengajian Muslimah Sabtu adalah komunitas pengajian ibu-ibu dan mahasiswi Indonesia yang sedang menempuh tugas belajar di kota Perth. Tarhib Ramadhan yang merupakan acara gabungan ini dilaksanakan pada hari Sabtu (14/6/2014) 2014 di Bentley Community Hall, Hedley Park, Bentley, Western Australia.

Tarhib Ramadhan di Perth tahun ini menghadirkan Ustadz Ahmad Suja’i, Lc. M.Si. dari Jakarta. Ustadz kelahiran Lombok-NTB tersebut menyampaikan beberapa hal terkait Ramadhan 1435 Hijriyah ini. Dalam uraiannya, Ustadz Suja’i memaparkan bahwa ada empat persiapan utama yang perlu dilakukan oleh seorang muslim dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, keempat persiapan tersebut adalah persiapan Ilmu yang berhubungan dengan Ramadhan; persiapan ruhiyah/keimanan; persiapan fisik untuk berpuasa; serta persiapan dana untuk bershadaqah.

Lebih lanjut, Ustadz Suja’i memaparkan kado spesial Ramadhan sebagai bulan penuh berkah; bulan pengampunan dosa; pahala dilipatgandakan; pintu surga dibuka; pembebasan dari neraka; setan dibelenggu; doa-doa dikabulkan; termasuk shiddiqin dan syuhada’; mendapatkan syafaat; serta adanya malam Lailatul Qadar yang nilai ibadahnya setara dengan nilai ibadah seribu bulan. Dengan berbagai kado spesial Ramadhan tersebut, maka keliru jika pada bulan Ramadhan justru digunakan untuk menambah “jam tidur” dengan alasan berpuasa dan jam kerja dipersingkat. Karena kalau demikian yang terjadi, maka sesungguhnya tidak ada kenikmatan dalam berpuasa, sedangkan kita mengetahui bahwa Rasulullah dan para sahabat tetap berperang ketika bulan Ramadhan.

Acara Tarhib Ramadhan kali ini disambut antusias oleh warga muslim Indonesia di Perth dengan datang pada kegiatan tersebut membawa anak-anak mereka supaya bersama-sama mempersiapkan keluarga menyambut Ramadhan 1435 Hijriyah tahun ini. (NH/dakwatuna/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Muslimah yang tinggal di Australia

Lihat Juga

Islam di Indonesia, Jangan Ibarat Air Susu Dibalas Air Tuba