Home / Berita / Internasional / Amerika / Rezim Diktator As-Sisi, Pelanggaran HAM Terburuk dalam Sejarah Mesir Modern

Rezim Diktator As-Sisi, Pelanggaran HAM Terburuk dalam Sejarah Mesir Modern

Pendukung demokrasi dan anti kudeta militer (aljazeera.net)
Pendukung demokrasi dan anti kudeta militer (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Mesir. Dua organisasi HAM internasional, Human Rights Watch dan Amnesty International, menyatakan bahwa Presiden Kudeta Mesir, Abdul Fatah As-Sisi, memperoleh jabatan di tengah krisis kemanusiaan paling buruk dalam sejarah negara Mesir, sebagaimana diberitakan media online Aljazeera (15/6/2014).

Di samping kekerasan aparat dan penangkapan warga sipil secara sewenang-wenang, larangan berkumpul dan menyampaikan pandangan yang berbeda (dengan penguasa) membuktikan adanya praktik pelanggaran HAM serius di Mesir saat ini.

Setelah penggulingan Presiden Mursi, penguasa militer di Mesir telah menggunakan senjata dan kekerasan dalam banyak kesempatan sehingga menyebabkan terjadinya pembunuhan massal terburuk sepanjang sejarah baru negara tersebut.

Di antara peristiwa berdarah tersebut adalah penembakan demostran di depan Garda Republik dan pembubaran paksa aksi demo Rabiah Al-Adawiyah serta medan Nahdhah setahun yang lalu.

Aljazeera menyebutkan bahwa petinggi Human Rights Watch untuk Timur Tengah, Joe Stork, telah meminta negara-negara sekutu Mesir untuk menekan negara tersebut agar memperbaiki kondisi mengenaskan tersebut di atas.

Jika Mesir tidak merespons dan melakukan investigasi dan proses hukum yang dipercaya, sudah saatnya Dewan HAM PBB untuk melakukan investigasi internasional ke negara tersebut, terutama terkait tragedi-tragedi berdarah yang menimpa pendukung Presiden Mursi. (aljazeera/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Kebutuhan Hidup Semakin Mahal, Seorang Warga Mesir Frustasi Dan Membakar Diri