Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Getar Cinta Dalam Ukhuwah

Getar Cinta Dalam Ukhuwah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (nurlienda.wordpress.com)
Ilustrasi (nurlienda.wordpress.com)

dakwatuna.com – Saudaraku, ekspresi kebahagiaan akan bersahabat denganmu selama 4, 5 bulan ini telah mengajariku banyak hal dan syair-syair ini kuberikan untukmu yang sedang membacanya, yaitu saudara-saudara seperjuanganku di Sekolah Guru Indonesia (SGI) Angkatan VI.

Saudaraku, kita awali semuanya dengan menyapa, mulai bertanya nama dan asalnya. Berlalu hari-hari itu. Hingga kita saling mengenal. Lalu, entah ada satu rasa yang hadir, yang sulit untuk diungkapkan, yang hanya dirasakan oleh mereka yang tetap menjaga persaudaraannya.

Saudaraku, di saat kita bersama, kerap kali ada rasa kekhawatiran yang menyelimuti jiwa-jiwa kita. Rasa tak ingin saling menyapa, tak ingin saling memberi kabar, marah, kesal atau rasa-rasa lain yang sulit untuk terdefinisikan.

Saudaraku, mungkin itu terjadi karena hati-hati kita sudah terpaut dalam satu rasa, rasa cinta dalam ukhuwah. Jika kamu tidak melakukan itu, maka aku tak akan tahu di mana kesalahanku. Jika kamu tidak melakukan itu, maka aku tidak akan tahu bahwa kamu mempedulikanku.

Saudaraku, jika bisa menemukan “mawar-mawar” indah yang tumbuh dalam jiwa itu, kita akan dapat mengabaikan duri-duri yang muncul. Kita akan terpacu untuk membuatnya merekah hingga berpuluh-puluh tunas baru akan muncul. Pada setiap tunas itu, akan berbuah kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, yang akan memenuhi taman-taman jiwa kita.

Saudaraku, cobalah untuk selalu mengingat kebaikan dan kebahagiaan yang kita miliki. Simpanlah semua itu di dalam kekokohan hati, agar tak ada yang mampu menghapusnya. Torehkan kenangan bahagia itu agar tak ada angin kesedihan yang mampu melenyapkan.

Saudaraku, jika jarak dan waktu memisahkan kita serta kesepian melanda jiwa-jiwa kita. Anggaplah sebagian kebahagiaan yang pernah kita lalui bersama menjadi pengobat hati jiwa-jiwa ini.

Saudaraku, apabila nanti kamu jatuh dalam cobaan/ujian, maka ingatlah Sang Penciptamu. Sebab kamu tahu, bahwa ujian menghasilkan ketekunan. Dan biarlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang. Supaya kamu menjadi sempurna, utuh, dan tak kekurangan sesuatu apa pun.

Saudaraku, percayalah akan ada petunjuk-petunjuk Allah ‘Azza wa Jalla dalam setiap langkah menapaki jalan kehidupan. Carilah, galilah, dan temukan rasa percaya itu dalam hatimu. Sebab, saat kita telah percaya, maka petunjuk itu datang tanpa disangka.

Saudaraku, ukhuwah kita ini yang senantiasa kuharapkan menjadi sarana menuju kebahagiaan dunia dan akhirat, bagaimanapun keadaannya. Allahuma Aamiin. Maka, jagalah.

Saudaraku,

Selamat berjuang di Negeri orang lain.

Selamat mengabdi untuk Negara ini.

Dan, selamat melakukan perubahan untuk pendidikan ini.

SGI….

Bangga menadi guru.

Guru berkarakter

Menggenggam Indonesia.

Bisa.. Bisa… Bisa, Insya Allah…..

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,25 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Selama 1 tahun sampai tahun 2015, Mahasiswa SGI_DD Angkatan VI (Sekolah Guru Indonesia-Dompet Dhuafa). Saat ini ditempatkan sebagai guru di sebuah desa kategori 3 T (Terluar, Terpencil, Terjauh) tepatnya di Desa Tambalae, Kab Dompu, NTB.

Lihat Juga

Guru SMP (tribunnews.com)

Menjadi Guru yang Dirindukan