Home / Berita / Internasional / Asia / Bashaer Othman, Wali Kota Termuda di Dunia

Bashaer Othman, Wali Kota Termuda di Dunia

Bashaer Othman Wali Kota Allar, Tepi Barat, Palestina.  (detik.com)
Bashaer Othman Wali Kota Allar, Tepi Barat, Palestina. (detik.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Bashaer Othman merupakan wanita muda yang menginspirasi hijabers lainnya. Selain memiliki wajah cantik, Bashaer juga pernah didaulat sebagai Wali Kota Allar, Tepi Barat, Palestina. Gadis yang kini berusia 17 tahun itu menjabat sebagai wali kota hanya dua bulan.

Kisahnya berawal dari tantangannya kepada sang wali kota untuk memberikan kesempatan kepada anak muda memimpin Allar saat ia masih berusia 15 tahun. Meskipun hanya meminta waktu selama dua hari sampai seminggu tapi sang wali kota memerintahkan Bashaer memimpin selama dua bulan mulai Juni hingga September 2012.

Kala itu Bashaer masih duduk di kelas 1 SMA. Bashaer didaulat sebagai wali kota termuda di dunia versi Royal World Record, organisasi pemberian peringkat dunia yang berbasis di Darlington, Inggris. Seperti dikutip dari detiknews, ia diberi waktu dua bulan menjadi wali kota bersama 11 temannya.

Dalam kesehariannya ia biasa tampil sederhana. Lihat saja penampilan Bashaer ketika menjadi wali kota Allar di 2012 silam.

Seperti pada gayanya ini, dia mengenakan kemeja dan manset coklat. Bashaer memadukan kemeja dengan scarf motif kotak. Untuk seusianya, cukup pakai riasan wajah natural agar tidak terlihat tua.

Saat menjadi wali kota, Bashaer mengaku awalnya sempat merasa kesulitan. Tapi dia dan teman-temannya berusaha keras untuk membuktikan bahwa anak muda juga bisa menjadi pemimpin yang andal. (detik/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (15 votes, average: 9,27 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Bersama ASPAC, UIN Syarif Hidayatullah Gelar Seminar 69 Tahun Pembagian Palestina