Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Bayangan

Bayangan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com 

Dalam kehidupan fatamorgana

Langkah kaki menapak dengan pastinya

Menyusuri tiap jengkal peristiwa

Mengharap indahnya permata surga

 

Di sinilah seorang anak berpijak

Mencari jejak orang-orang yang bijak

Menghadapi kuatnya gelombang-gelombang ombak

Merelakan kemewahan demi menjadi seorang budak

 

Apa yang kamu harapkan?

Di mana kamu akan tinggal?

Siapa yang kamu jadikan panutan?

Bagaimana dengan dunia kenyataan?

 

Menyesaki otak dan rongga-rongga jiwanya

Menjadikan sakit oleh deritanya

Menghancurkan semua ilusi dalam hasratnya

Menghilangkan permata dunia hatinya

 

Sadarlah .. dia bukanlah bayangan

Dia pun tidak pantas menjadi sebuah bayangan

Walaupun seakan wajahnya berupa bayangan

Namun, kelak nanti dia tidaklah lagi bayangan

 

Melangkah atau bahkan berlarilah

Sedih atau bahkan menangislah

Sujud atau bahkan menghambalah

Minta atau bahkan mengemislah

 

Ini bukan.. bukanlah bayangan semata

Ini pun juga bukan angan-angan dalam jiwa

Nanti.. kamu sendiri akan dapat merasakannya

Bayanganmu selama ini akan menjadi kenyataan yang berharga

Advertisements

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Staff Departemen PBA Janur UKMKI UA 2014. Pendidikan S-1 Pend. Dokter Hewan Universitas Airlangga Angk. 2010.

Lihat Juga

Bercak-Bercak Dosa

Organization