Home / Berita / Opini / Tips Memilih Presiden dengan 3T

Tips Memilih Presiden dengan 3T

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Pasangan Capres dan Cawapres yang akan mengikuti Pilpres 2014 - (lensaindonesia.com)
Pasangan Capres dan Cawapres yang akan mengikuti Pilpres 2014 – (lensaindonesia.com)

dakwatuna.com Ramadhan kali ini bisa dikatakan Ramadhan yang sangat spesial dan jarang terjadi di negera-negara belahan dunia manapun, terutama di Indonesia. Betapa tidak, selain lantaran memang bulannya spesial -karena banyak amalan yang dilipatkan gandakan pahalanya- di bulan Ramadhan tahun ini, Indonesia menghadapi momentum yang sangat penting, yaitu memilih pemimpin yang akan menahkodai perahu negeri ini.

Kalau melihat ke belakang, banyak peristiwa-peristiwa besar terjadi di bulan Ramadhan; awal mula turunnya al-Qur’an, Perang Badar al-Kubra, Fathu Makkah, Tariq bin Ziyad berhasil menguasai Jabal Thariq Andalus, Shalahudin al-Ayyubi dan tentaranya mengalahkan kaum Salib, bahkan sejarah memproklamasikan negara Republik Indonesia pun terjadi di bulan Ramadhan, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945 M atau 9 Ramadhan 1334 H.

Namun, sebagai manusia, kita juga dihadapkan dengan sebuah kebingungan untuk memilih. Karena calon yang mengajukan diri sebagai Presiden tidak hanya satu, melainkan dua orang yang sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Islam telah mengajarkan kepada umatnya bagaimana cara memilih pemimpin. Kaidah umumnya, ketika dihadapkan dengan dua pilihan orang yang sama-sama baik, agama mewajibkan untuk memilih yang terbaik di antara keduanya. Namun, ketika dihadapkan dengan kekurangannya, pilihlah salah satu di antaranya yang memiliki mudharat terkecil.

“3T” merupakan tips sederhana untuk memilih pemimpin agar sesuai dengan apa yang diharapkan. Sehingga, Presiden yang terpilih nanti benar-benar bisa mengentaskan permasalahan yang tengah dihadapi negeri ini, insya Allah.

“T” yang pertama adalah, Tahu kualitas agamanya. Orang yang mempunyai kualitas agama yang baik tentu akan takut dengan Tuhannya. Kalau dia sudah takut dengan Tuhannya, maka bisa dipastikan, ia tak akan berlaku semena-mena terhadap rakyatnya dan tak akan menggunakan jabatannya untuk meraup keuntungan pribadi atau golongan. Tapi, ketika dengan Tuhannya saja sudah tidak takut, apalagi dengan rakyatnya? Dia akan berbuat sekehendak nafsunya.

“T” yang kedua adalah, Tahu siapa yang mendukungnya. Calon presiden tidak akan bisa maju sendiri tanpa dukungan dari pihak atau partai lain. Kalau ia didukung oleh partai yang sering melakukan tindak pidana korupsi, maka dalam pemerintahan yang akan terbentuk nanti adalah pemerintahan korup. Sebaliknya, ketika ia didukung oleh partai yang bersih, maka akan terbentuk pemerintahan bersih yang mementingkan kepentingan rakyat.

“T” yang ketiga adalah, Tahu visi dan misinya. Seseorang tanpa gagasan ataupun narasi besar dan jelas mustahil bisa menyelesaikan permasalahan Indonesia. Karena permasalahan negeri ini sudah sangat kompleks. Dengan visi dan misi yang jelas itulah seseorang akan bekerja dengan alur yang sudah dirancang dan akan mengevaluasi setiap program yang sudah dilakukan. Tanpa itu, maka ia umpama wayang kulit yang setiap gerak, bicara dan tingkahnya ditentukan dan dimainkan oleh sang Dalang.

Semoga dengan tips yang sederhana ini bisa membuat kita menentukan pilihan yang tepat dalam memilih Presiden RI untuk lima tahun mendatang. Ditambah dengan momentum Ramadhan, kita berdoa agar Allah memberi petunjuk-Nya, agar kita tak salah dalam memilih. Allahu A’lam.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 8,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Harisang
Harisang Ketua FSLDK DIY 2013-2015 S1 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Asal Lahat Sum-Sel
  • okabasi doma

    TIPS tips seperti apapun bagusnya sudah barang tentu MENJADI sampah apabila METODE memilih Presiden(pemimpin) di kalangan umat Islam, TIDAK SESUAI dengan apa yg dicontohkan Islam yakni MUSYAWARAH.
    Masa yg paling kelam bagi umat Islam yg dialami umat Islam saat ini, adalah masa dimana dalam segala hal, nyaris sudah didekte oleh kekuatan non Islam, contoh METODE PILPRES RI 2014, yg secara nyata telah memporakrandakan kesatuan umat Islam, ini dapat ditandai dengan sebagian Ulama sudah simpang siur suara MULUTnya dalam menyikapi PILPRRES ini. sesama umat, saling membenturkan kepalanya sendiri.

Lihat Juga

Kemenangan Trump dan Pengaruhnya Terhadap Mesir