Home / Dasar-Dasar Islam / Aqidah / Al-Madzahib al-Islamiyah (Bagian ke-5): Madzhab dalam Menyikapi ‘Kehendak Perbuatan Manusia’

Al-Madzahib al-Islamiyah (Bagian ke-5): Madzhab dalam Menyikapi ‘Kehendak Perbuatan Manusia’

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com 

III.B. 4. Madzhab-madzhab dalam menyikapi ‘Kehendak Perbuatan Manusia’ (Ibid, hal. 50-51)

a. Al-Jabriyah mereka adalah golongan jahmiyah yang mengatakan bahwa manusia menerima begitu saja (dipaksa-majbur) atas perbuatannya, gerakannya, bahkan seluruh gerakannya hingga gemetar dan keringatnya adalah perbuatan Allah.

b. Al- Qadariyahmereka adalah mu’tazilah yang mengikuti Ma’bad bin al-Juhni dan orang-orang yang sepakat dengan mereka. Mereka mengatakan bahwa sesungguhnya manusia menciptakan perbuatannya sendiri bukan karena kehendak Allah. Mereka mengingkari jika dikatakan Allah yang menciptakan perbuatan hamba-hamba-Nya. Mereka juga mengatakan, “Allah tidak menolaknya juga tidak menghendakinya.

c. Ahlus Sunnah wal Jamaah, Allah memberikan petunjuk kepada Ahlus Sunnah untuk menjadikan mereka pertengahan di antara dua kelompok di atas. Mereka mengatakan: Allah menciptakan manusia dan perbuatannya. Manusialah yang melakukan hakikatnya, dan mereka dianugerahi kehendak dan kemauan (qudrah) untuk berbuat. Allah-lah yang menciptakan mereka dan menciptakan kehendak (qudrah) tersebut . Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Dan Allah yang menciptakanmu dan apa-apa yang kamu lakukan.” (QS. ash-Shafat: 96)

Ahlus Sunnah menetapkan bahwa bagi manusia memiliki kehendak dan kemampuan untuk menentukan pilihan sesuai  kehendak Allah Ta’ala. Sebagaimana firman-Nya, “(Yaitu) bagi siapa saja di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus, dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan sekalian alam.” (QS. at-Takwir: 28-29)

(Insya Allah) Bersambung…

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Farid Nu'man Hasan
Lahir di Jakarta, Juni 1978. Alumni S1 Sastra Arab UI Depok (1996 - 2000). Pengajar di Bimbingan Konsultasi Belajar Nurul Fikri sejak tahun 1999, dan seorang muballigh. Juga pengisi majelis ta'lim di beberapa masjid, dan perkantoran. Pernah juga tugas dakwah di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, selama dua tahun. Tinggal di Depok, Jawa Barat.

Lihat Juga

Menyiasati Ujian Hidup