Home / Berita / Daerah / Heboh “Meteor” di Langit Jabodetabek; Kepala LAPAN: “Itu Jejak Kondensasi Pesawat Terbang”

Heboh “Meteor” di Langit Jabodetabek; Kepala LAPAN: “Itu Jejak Kondensasi Pesawat Terbang”

dakwatuna.com Ahad (8/6/2014), warga Jabodetabek dihebohkan dengan benda langit yang mengeluarkan cahaya berekor di langit senja. Beberapa warga sempat mengabadikan objek tersebut dan mengunggahnya ke Twitter.

Akun bernama @aditadits mengatakan bahwa benda diduga meteor terlihat di daerah Bogor, Jabar. Tweet yang diretweet oleh @radioelshinta pukul 18.05 WIB itu disertai dengan sebuah foto terhadap objek yang dimaksud.

Pengguna Twitter lainnya, @dhannyadptr, juga mengungkapkan, “Wah ternyata gak sendirian yang ngeliat penampakan meteor/bintang jatuh/pesawat yang ngeluarin api”.

Benda yang diduga meteor oleh pengguna Twitter @aditadits, terlihat di daerah Bogor, Jabar, Ahad (8/6/2014). (twitter.com/aditadits)
Benda yang diduga meteor oleh pengguna Twitter @aditadits, terlihat di daerah Bogor, Jabar, Ahad (8/6/2014). (twitter.com/aditadits)

Setidaknya, ada lebih dari 4 foto yang diunggah oleh para pengguna Twitter yang menyaksikan benda aneh tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin mengatakan melalui akun Facebooknya, bahwa objek itu adalah jejak kondensasi pesawat terbang. Thomas menyatakan hal tersebut setelah melihat foto yang dimuat oleh situs Tempo, Ahad (8/6/2014).

“Seusai Maghrib tadi saya ditelepon (radio) Elshinta dan mendengarkan penjelasan pendengar tentang objek seperti meteor. Kabarnya banyak tempat yang melihatnya. Saya katakan kemungkinan meteor atau sampah antariksa, kalau memang terlihat dari banyak tempat karena kalau benar meteor atau sampah antariksa objeknya pada ketinggian sekitar 80-100 km,” ujar Thomas Djamaluddin.

“Tetapi maghrib tadi tidak ada sampah antariksa yang jatuh. Seteleh melihat foto di Tempo, saya yakin itu bukan meteor. Itu jejak kondensasi pesawat terbang yang terbang tinggi sehingga gas buangnya terkondensasi kemudian mendapatkan penyinaran matahari yang merah saat terbenam. Maka terlihat mengagetkan seolah jejak bola api meteor,” tambahnya. (dakwatuna/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 6,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

  • saya di Jakarta gak ngeliat, saking banyaknya polusi kayaknya xD

Lihat Juga

Ilustrasi. (webmuslimah.com)

Menjadi Wanita Langit

Organization