Home / Berita / Opini / Karena Jokowi itu Terlalu Baik

Karena Jokowi itu Terlalu Baik

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Gubenur DKI Jakarta Joko Widodo menyidak loket Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Wali Kota Jakarta Timur, Jumat (18/10/2013). Pada saat itu masih jam istirahat setelah shalat Jum'at sehingga wajar PNS tidak ada di tempat kerja. (Fabian Januarius Kuwado/KCM)
Joko Widodo saat marah-marah ketika menyidak loket Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Wali Kota Jakarta Timur, Jumat (18/10/2013). Pada saat itu masih jam istirahat setelah shalat Jum’at sehingga wajar PNS tidak ada di tempat kerja. (Fabian Januarius Kuwado/KCM)

dakwatuna.com Dari seorang teman di Facebook, mungkin selama ini sedikit-sedikit kita sudah merasakannya sendiri, keganjilan-keganjilan dalam kehidupan ini. Tak sepele, menyangkut persoalan kita-kita seluruh bangsa.

Saya pernah ngobrol-ngobrol dengan teman seorang jurnalis muslim yang tergabung di Jurnalis Islam Bersatu yang tahu peta media di Indonesia. Dia bilang begini, “Semua orang media sudah tahu, dia dipersiapkan oleh media untuk jadi presiden, soft campaign, sejak di Solo, hanya orang lugu saja yang tidak tahu. Makanya ketika Pemilukada Jakarta kita tidak pilih, karena kita yakin usia jabatannya tidak akan sampai 5 tahun.”

“Kok tahu?”

“Ya iyalah, kita sudah tahu planning tim sukses di balik layarnya.”

“Setiap yang ditampilkan di TV itu ada dapur olahannya. Bersyukur kita sedikit tahu cara olahannya di dapur, yang banyak memakai bahan pemanis, pewarna buatan yang berlebihan, makanya kita nggak makan.”

Rasanya beda enak banget, eh jangan-jangan pakai penyedap berlebihan. Tahan ya tidak cepat basi, jangan-jangan pakai formalin. Warnanya bagus, cerah, tidak kusam, mungkin pakai pewarna tekstil.

Kalau beli sayur jangan memilih yang terlalu bagus, mungkin pakai pestisida dan pupuk kimia berlebihan, pilih saja yang agak kena ulat.

Terlalu murah, jangan-jangan curian, atau jangan-jangan imitasi. Terlalu menggiurkan, jangan-jangan terjebak investasi bodong.

Baru masuk got saja, wartawan berdesak-desakan memotret. Pejabat lain yang biasa ikut kerja bakti sungguhan, bahkan ikut mengevakuasi mayat-mayat korban tsunami, sepi dari liputan. Mengembalikan gitar ke KPK, heboh bukan main, mengembalikan mobil dan uang miliaran, sepi-sepi saja. Blusukan, merakyat, sederhana, menjadi buah bibir, dipuja-puja media. Mengapa ada saja kebaikannya yang diblowup besar-besaran?

Jangan remehkan keganjilan meski tak seberapa, bisa jadi ada sesuatu yang besar dibaliknya. Apa yang tak wajar, kemungkinan ada problem di baliknya, ada yang tersembunyi. Tampil memukau, mungkin untuk memperdaya.

Tak mesti curiga, tapi waspada. Tak dibuat-buat, tapi apa adanya. Wajar bukan rekayasa. Daripada hebat, tapi akting.

Kita hanya manusia biasa. Banyak hal yang tidak kita ketahui dalam kehidupan. Kita bisa terkecoh, kita bisa saja salah dalam menganalisa, bisa keliru dalam mengambil keputusan. Tetapi kita punya hati, agar menggunakan akal sehat semaksimal mungkin. Tak menerima begitu saja, cermati proses di dapurnya. Berorientasi pada substansi, bukan kemasan belaka.

Meski bukan yang terbaik, tetapi yang paling tepat. Tak fantastis, tapi realistis. Dengan apa adanya, dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

Berpikir ulang akan risiko. Karena Jokowi itu terlalu baik, membuat saya ragu memilih produk tersebut.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (69 votes, average: 7,86 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Muhamad Fauzi
Seorang petani di kaki Gunung Ungaran. Mengikuti kegiatan di Muhammadiyah dan halaqah. Meski minim mendapatkan pendidikan formal, pelajaran hidup banyak didapat dari lorong-lorong rumah sakit.
  • Mudiee Zie Rooster

    SEKALI LAGI ARTIKEL DISINI BERBAU RASIS…SEHARUSNYA MEDIA ISLAM NETRAL SAJA,,,, TIDAK BAIK DILIHAT OLEH AGAMA LAIN,,,SEMOGA ANDA PENULIS SELALU DIBERI KESUKSESAN,,,

    • Ardiansyah

      Rasis..??? Ga nyambung nih..ya jelas media islam berusaha mencerdaskan/ membantu umat islam cerdas..khususnya dlm hal memilih pemimpin..jangan mau tertipu..apalagi sudah jelas capres 2 didukung syiah..emg anda mau negeri ini di pimpin oleh presiden yg disekitar.nya byk orang syiah..nauzdubillah..

      • anonymous

        klo gitu, tolong ceritakan juga tentang prabowo, karena sebagian besar parpol yg dukung beliau juga bnyk yg korupsi atw bahkan melobby (lumpur lapindo jdi bencana alam atw apalah itu padahal karna salah “seseorang”)
        klo cuman tentang jokowi aja gk fair gan

      • Khana

        Kalau biografi trntang prabowo gimana mas..bisa di jelaskan ke media ini gk ya??ku pengen tau

      • Ahmad Fanani

        kamu mengerti orang kah? kamu mengerti sifat orang kah? apa kamu nabi? dewa? atau apa? bicara itu yang netral” saja, jangan menyulitkan mulutmu sendiri.

    • 鷹志水橋

      sok2an bilang rasis .. emang ente tw rasis tu apa??

  • Yanuar Sandy

    Setidaknya si penulis sudah ber-ghibah,, atau malah ber-fitnah???

    • Ardiansyah

      Anda menuduh penulis sudah berghibah itu namanya fitnah ke penulis tauuuu..!!!

      • Yanuar Sandy

        Disiti ada 2 option, klo bukan ghibah ya berarti yg satunya lagi… silahkan anda cermati..!!!!

      • Ahmad Fanani

        Okeh, lupakan ghibah atau fitnah. coba anda cari hadist qudsi yang menerangkan, apa boleh memakan bangkai saudara nya sendiri?

    • 鷹志水橋

      cari berita itu berimbang mas .. kalo sreg dgn satu pilihan ya begini jadinya ..
      oh .. jangan lupa dipake otaknya .. jadi bisa mikir ..

      • Ahmad Fanani

        ingat mas, Islam gak mungkin memakan bangkai saudara nya.
        seharus nya Dakwatuna (Lembaga Dakwa Online) tapi kenapa saya pantau” kok frontal? why?

        • 鷹志水橋

          emang mas sudah tau betul bang jokowi muslim?
          ditanya esensi ramadhan plin plan .. surat pelancar lisan aja mesti ditulis beserta terjemahan latin nya ..
          copian tanda keislamannya seperti akta nikah atau yang lain .. yg sudah beredar bisa saja di palsukan ..

          siapa lagi yang bisa buka mata khalayak banyak kalo gak dakwatuna dan situs2 islam lainnnya ?
          dimana media di tipi dan beberapa situs yang pernah saya lihat selalu membesarkan hal2 yang justru tidak penting sama sekali tentang dia ..

          kita diberi otak untuk mikir .. seperti memilah kacang .. kulit luar bagus belum tentu dalamnya bagus pula ..

          • Ahmad Fanani

            Anda sudah kenal prabowo?
            gimana pribadi prabowo?
            Islam mengajarkan prasangka baik kepada sesama muslim, saya yakin Pak Jokowi itu Muslim, mulai dari orang tua sampai adik yang paling bungsu sudah berhaji.
            soal surat itu hak pribadi bliau, mau di tulis beserta terjemahan nya ya terserah, anda sudah mengerti makna setiap al quran? kok bilang musti di tulis beserta terjemahan. berarti anda huffad al quran?

            ingat, kata” DAKWA itu di gunakan untuk menyampaikan apa yang positif dan untuk di ikuti ajaran nya,
            tapi coba anda baca, apa anda menemukan hal baik di setiap kata?
            soal besar”kan beliau di TV atau media lain, itu memang kemauan media, disini yang jadi masalah itu kata DAKWATUNA, kata” DAKWA itu mas, bukan media nya. kalau media nya mau bilang jokowi ini itu terserah, tapi ini punya judul DAKWA, dan yang akses media ini bukan hanya jawa, sumatra, bali, dll. tapi negara” lain juga bisa akses.

            kalau mas bilang “kita diberi otak untuk mikir .. seperti memilah kacang .. kulit luar bagus belum tentu dalamnya bagus pula ..”

            bener, tapi coba lah pikirkan kedepan nya dan secara luas, ISLAM Di pandang bagus, dan tidak mungkin lembaga DAKWA itu menjelek”an orang lain. mana pernah nabi muhammad membalas kejelekan orang dengan kejelekan.

          • 鷹志水橋

            saya akui blm pernah bertemu langsung dengan pak prabowo ..
            tapi bagi saya .. memilih beliau adalah lebih baik bila dilihat dari dua alasan ..
            pertama agar pak jokowi tak mengingkari janjinya pada rakyat jakarta dan allah swt saat dia blg komit pimpin jkt lima tahun ..
            kedua dengan melihat debat di sesi pertama dan kedua .. saya menangkap ketidaksiapan pak jokowi .. jadi jangan dipaksakan lah ..
            ya .. saya setuju pendapat anda .. tapi sudah banyak bukti yang membuat saya ragu akan keislamannya ..
            silahkan surfing aja diinternet baik artikel maupun video di youtube ..

            saya tidak bilang arti doa tsb diterjemahkan bahasa indonesianya .. maksud saya disini .. doa tersebut juga terdapat arti tulisan arabnya yang dikonversi ke dalam bahasa indonesia .. cara baca bahasa arabnya ya bukan arti bahasa arabnya yang saya maksud ..
            tuk seseorang yang sudah naik haji .. saya rasa bacaan haji jauh lebih panjang dan kompleks dari doa tsb .. kok itu hafal sdangkan ini saja tidak ?

            ya saya setuju apa yang anda katakan juga ..
            disinilah justru media islam membuka mata para pembacanya tuk berpikir .. tidak hanya terpesona dengan kartu dan blusukannya aja ..
            lihat dan amati dengan seksama .. agar tak salah pilih ..

            mas yang buat menulis dgn santun sedangkan mereka slalu frontal ..

          • iwan

            Jokowi dipaksa mimpin karena ada rencana besar dibalik ini semua.

          • 鷹志水橋

            emang ..

        • 鷹志水橋

          bila anda bertanya pun .. terus terang saya masih ragu dengan keislaman beliau ..

  • Farhan Fadhly

    “Baru masuk got saja, wartawan berdesak-desakan memotret”.
    emang ada gurbernur seperti jokowi ? jadi gurbernur aja masuk GOt apalagi jadi peresiden ?? “ARTIKEL DISINI BERBAU RASIS”

    • Ardiansyah

      Masuk got aja pake bayar wartawan..naik jet pribadi..ngumpet2

    • 鷹志水橋

      sok2an bilang rasis .. emang ente tw rasis tu apa?

  • Azizah

    Apa yang dilakukan pak Jokowi itu seharusnya memang bukanlah sesuatu yang ‘WAH’,tetapi yang seperti kita ketahui selama ini,mana ada seorang sosok di pemerintah yang cuma diberikan gitar saja di kembalikan? mana ada gubernur yang sering blusukkan? Maka dari itu,ini merupakan suatu fenomena yang menarik untuk diekspos media. Karena belum ada seorang sosok yang memiliki cara kerja seperti Jokowi yang menurut saya bersih dan pro rakyat. Saya rasa,media itu tidak sebegitu mudahnya direkayasa apabila tidak ada bukti yang nyata. Contoh setelah Jokowi diekspos,pun mulai di ekspos pak Ahok dan bu Risma yang memiliki kinerja yang sama dgn beliau. Disini berarti bahwa Jokowi menunjukkan kepada rakyat,bahwa rakyat masih memiliki harapan untuk memiliki pemimpin yang bersih dan merakyat. Kalau memang pak prabowo pilihan anda,tampilkanlah prestasi,trackrecord beliau. Kalau memang mau fair,tolong bandingkan saja prestasi antara kedua calon presiden. Bukan menjelek-jelekan salah satu pihak. Ada seseorang yang memiliki akhlak baik,malah dicurigai.

    • Ardiansyah

      Azizah banyak cari info lagi deh yaa.. Dindonesia sdh banyak kok gubernur, walikota yang amanah & bagus, bahkan sebelum jokowi tenar.. bukan sekedar blusukan & diliput media..mereka bekerja – bekerja – bekerja krn amanah..selamat mencari info, semoga wawasan anda mjd lebih jauh berkembang & cara berpikir anda semakin luas & arif

    • 鷹志水橋

      jangan menutup mata ..
      tren ini sebenarnya sudah lama ada ..
      hanya saja jokowi dah memesan media buat ngeliput kegiatan dia ..
      pendahulunya sih tidak ..

  • Khana

    Media mrngatasnamakan dakwah tp cuma memfitnah..astaghfirulloh

    • Ardiansyah

      Khana bisa.nya nuduh aja..masya Allah
      Sampai bilang “cuma memfitnah”..itu kata2 cuma yg anda tulis mengindikasikan tingkat berpikir anda..sdh tau banyak informasi islam yg mencerdaskan di situs ini..koment.nya : “cuma….”

      • agung tri prasetyo

        Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan
        tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu
        akan diminta pertanggungan jawabnya (QS. Al-Isra: 36)

    • Ahmad Fanani

      betul, DAKWATUNA, tidak cocok sebagai media DAKWA, terlalu frontal. Islam gak pernah menjelek”an saudaranya. gak pantas dengan judul DAKWATUNA.

    • 鷹志水橋

      siapa lagi yang mau ngasih tw kenyataanya bila bukan media islam yang dimana media sekuler terkesan memaksakan ibarat memoles kayu menjadi emas ..

  • Djumari Reso Atmojo

    selayaknya sebelum mengampil keputusan harus berfikir jernih dengan hati bening, jangan grubyak grubyuk tanpo ngerti rembuk…mata bisa tertipu pendengaran bisa terpedaya, berita bisa pula menyesatkan…apa yang kita lihat belum tentu benar dengan kenyataan yang sesungguhnya. , pendengaran belum tentu pas menjadi rujukan yang tepat berita pun wajib kita kroscek pula….biar menghasilkan suatu penentuan yang tepat dan benar….

  • rommy

    Hmzzzzzzzzzz…… mulut oh mulut nganga aja bukti kerja kurang ini nih permasalahan indonesia paling harus dibenahi terlalu banyaklah jadi kalo pingin indonesia maju harus di perbanyak bukti kerja kita bukan dari pemimpin tapi dari kita dulu…….karena dari pemimpin harus di rubah dngan angkatan yg baru baru lahir yg didik sportif itu pointnya buat indonesia baru.

  • Pian Ahmad

    sayamah pilih jokowo jadi capres dan prabowo wapressnya. tp da nggak ada pilihannya. kalo melihat sisi baik dan buruknya, keduanya juga pasti punya. kalo mau yang sempurna ya pilih aja sampoerna mild. sampoerna toh???

  • 鷹志水橋

    kalo kata orang mah .. masalah indonesia gak kan bisa selesai dengan blusukan doang ..

    • Ahmad Fanani

      dengan blusukan, pemimpin bisa mengerti keluhan rakyat, rakyat melapor, pemimpin menerima, pemimpin menggerakkan team. tinggal nanti para bawahan di arahkan untuk ini itu. bukan hanya menilai dari hal seperti di atas, gak ada manfaat, terlalu menyudutkan. ini bukan dakwa ternyata.

      • 鷹志水橋

        mas .. agenda presiden itu banyak dan kompleks ..
        masa presiden mesti juga blusukan .. kalo kata pepatah mah .. masa kepala sekolah mesti ngerjain kerjaan ketua kelas ..

        • Ahmad Fanani

          Loala, mangkanya ada team atau kepala” daerah itu mas,, gak mungkin seorang presiden tiap hari blusukan, pasti ada agenda nya buat rakyat indonesia.
          yang anda lihat saat ini kan beliau blusukan saat jadi walikota dan gubernur, dan itu hanya sebagian kecil dari indonesia. jadi bisa di jangkau dengan bbrapa jam.
          dan gak mungkin lah presiden blusukan tiap hari.
          point penting yang saya bilang kan keluhan rakyat bisa terdengar.

          • 鷹志水橋

            indonesia bukan jakarta dan jawa doang mas .. yang bisa didatangi dgn beberapa jam ..

          • momo

            mas Ahmad fanani : anda islam ?? yang saya mau tanyakan menurut anda AMANAH itu apa ?? apakah AMANAH itu sesuatu yg anda anggap biasa ?? kalau menurut anda itu biasa,, saya ragu dengan keislaman anda..

  • Evan Efendi

    muhammad fauzi……klu kebaikan dan kebenaran itu akan slalu menang ,mau apapun yang kau katakatan tak merubah pilihan kami sebagai rakyat untuk memilih…….yang pro rakyat……dan kamu sudah menjelekan media yang meliput sesuai…apa yang terjadi…..dan media ini bukan flim yang di skenariokan oleh sutradaranya…….( mulutmu adalah harimaumu )…..wassalam.

    • 鷹志水橋

      kebaikan yang bagaimana yang anda maksud ?
      saya tidak melihat kebaikan yang anda utarakan didalam beliau ..

  • Ahmad Fanani

    seharus nya anda (Penulis), saya lihat ini web berjudul DAKWATUNA, tapi kenapa hanya banyak menyudutkan orang, mengomongkan orang di publik yang belum tentu itu melakukan kesalahan. kalau mau bawakan berita okeh, tapi jangan bawa” nama dakwa, dakwa itu sebagai landasan islam untuk mempublikan ke semua umat agar lebih mengerti Islam. :) coba di perbaiki lagi.

    • 鷹志水橋

      seharusnya dengan tulisan ini bisa kroscek ulang.. apakah benar apa yang sudah anda yakini itu memang benar ..

      • Ahmad Fanani

        saya yakin apa yang saya bilang benar. kalau saya bohong kenapa banyak yang bilang kalau media ini buruk, testimonial dari yang lain juga banyak.
        bukan dari media nya yang buat buruh, tapi dari judul dan apa yang di sampaikan di media ini yang membuat orang jadi berfikir tentang media ini.

        • 鷹志水橋

          situs2 yang lain yang slalu menanjung2 jokowi dan menjelekan prabowo .. kenapa gak dikomentari juga?
          makanya allah swt memberi kita akal tuk mencerna mana yang baik dan buruk ..
          yang baik diambil yang jelek dibuang atau dikroscek lbh lanjut jgn hny bersumber pada satu situs saja ..

          tak ada yang sempurna mas ..
          ada pro ada kontra ..

          saya rasa .. info yang dishare disini .. tinggal gimana anda memilahnya ..

          silahkan lihat siapa saja dibalik pak prabowo dan pak jokowi .. dan bandingkan ..

  • Ahmad Fanani

    seharus nya media itu menghormati calon pemimpin, bukan menjelekkan calon pemimpin, ntah itu prabowo atau jokowi. itu baru media DAKWA yang benar.

Lihat Juga

Pertemuan Donald Trump dengan Netanyahu. (jpost.com)

Buktikan Keakrabannya dengan Israel, Trump Undang Netanyahu Ke Amerika

Organization