Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Bersabarlah Atas Cobaan-Nya

Bersabarlah Atas Cobaan-Nya

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
ilustrasi (www.douniamag.com)
ilustrasi (www.douniamag.com)

dakwatuna.com –  “Innalillahi wa innalillahi rojiun” Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.

Sabar, satu kata ampuh yang mampu melawan berbagai cobaan dalam kehidupan. Kata ampuh tersebut tak akan berguna tatkala tak diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bersabar, berarti manusia menyerahkan semua cobaan ataupun masalah yang menimpa dirinya kepada Sang Pencipta.

Belajar sabar dari berbagai masalah dan persoalan hidup, mungkin bagi sebagian orang cukup berat. Sebab mereka belum terbiasa menggunakan jurus sakti yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ini.

Cara belajar sabar yang mudah dan selama ini tak kita sadari yakni pada saat menggunakan kendaraan, baik mobil ataupun motor hendak menuju suatu tempat. Pada saat di pertengahan jalan, kita menemui lampu merah, kuning, hijau atau lebih populer dengan istilah lampu lalu lintas. Saat kita mendekati lampu tersebut, ternyata lampu merah menyala pertanda semua pengguna jalan yang hendak melewati lampu lalu lintas diwajibkan untuk berhenti sejenak guna mempersilahkan pengguna lain menggunakan jalan.

Berhenti sejenak pada saat lampu merah yang hanya dalam hitungan detik atau menit merupakan salah satu cara mudah untuk mendidik diri ini agar mampu bersabar. Cara yang sangat mudah dan bisa dilakukan oleh setiap orang. Jikalau tidak bersabar, pada saat lampu merah, melanggar lampu tersebut maka berbagai kemungkinan buruk akan menimpa sang pelanggar peraturan tersebut. Salah satu efek yang berbahaya pada saat kita tidak berhenti (sabar) pada saat lampu merah yakni kecelakaan atau ditilang oleh polisi akibat tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Begitu pula dengan berbagai cobaan kehidupan, harus dihadapi dengan sabar agar kita tetap berada pada rambu-rambu yang telah Allah tetapkan. Setiap orang memiliki masalah masing-masing. Tergantung sikap orang tersebut yang akan menyelesaikan masalah yang menimpa dirinya. Apakah dia akan mengeluh dan berputus asa akibat cobaan yang menimpa dirinya? Ataukah menyerahkan semua ini, bersabar serta berbaik sangka kepada Allah?

Dia tidak akan pernah memberikan cobaan di luar batas kemampuan hamba-Nya. Sebab Dia Maha Mengetahui apa-apa yang tidak bisa dikerjakan dan diselesaikan oleh setiap manusia.

Terukir dengan indah kalam-Nya di dalam sebuah kitab yang kemurnian dan kesuciannya terjaga hingga hari akhir kelak, pada surah al-Baqarah ayat 286,

“Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”

Bersabar merupakan salah satu cara yang diajarkan kepada manusia untuk menghadapi cobaan-cobaan yang menimpa mereka. Dengan bersabar, manusia dididik agar tetap berpegang teguh dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta saat dirinya diruntuhi masalah-masalah.

Bersabar membuktikan manusia bahwa mereka mengakui akan adanya Zat yang akan menolongnya, memperlihatkan kelemahan manusia dihadapan-Nya sehingga manusia meminta perlindungan dan pertolongan hanya semata-mata kepada-Nya.

”Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan” (QS. al-Fatihah: 5)

Inilah yang disebut kehidupan manusia. Ada kalanya manusia berbahagia, bersedih, diberikan kemudahan ada diberikan kesulitan. Pada saat kesulitan berupa masalah dan cobaan mendekat, maka manusia pun dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Cobaan-cobaan itulah yang akan membuktikan keimanan seorang muslim. Apabila ditimpa cobaan akan tetapkah dia menyebut nama-Nya? Ataukah dengan cobaan dia malah semakin lupa dengan-Nya?

Cara yang indah yang dilakukan agar hamba-Nya menyebut dan ingat kepada-Nya yakni dengan menurunkan cobaan-cobaan. Sebab Dia tahu bahwa hanya segelintir manusia yang mampu mengingat dan menyebut-Nya saat diberikan kebahagiaan dan kemudahan. Segelintir manusia lainnya lupa pada saat diberikan kenikmatan kepadanya. Tapi, saat diberikan cobaan, dia akan ingat kembali kepada Sang Khalik, memohon agar diberikan kemudahan dan penyelesaian dalam menghadapi cobaan tersebut.

Jikalau pada saat diberikan nikmat manusia lupa dengan-Nya, apakah pada saat diberikan cobaan pun akan bertambah lupa? Sungguh, terkunci rapat hati seorang manusia yang tak mampu mengingatkan ketika dilanda cobaan. Hatinya pun bisa dikatakan mati sebab dia tak mampu mengingat dan mengakui akan keberadaan-Nya.

Saat diberikan kenikmatan dia lupa dan saat diberikan cobaan pun dia lupa. Kapankah dia akan ingat kepada-Nya?

Bersabar adalah salah satu cara untuk mengingat-Nya dikala cobaan menghampiri. Dengan sabar, Dia akan menurunkan pertolongan kepada hamba-hamba-Nya yang mendekatkan diri kepada-Nya.

Manusia selama hidup di dunia tak akan pernah terlepas dari berbagai dinamika kehidupan. Salah satu dinamika kehidupan adalah cobaan. Maka dari itu, hadapilah cobaan-cobaan yang menghampiri diri ini dengan sabar. Sebab setiap cobaan (kesulitan) pasti akan ada jalan keluarnya (kemudahan). Seperti yang telah dijanjikan-Nya. Janji yang pasti akan ditepati tanpa sedikit pun diingkari. Tak seperti manusia yang hina, kotor, kecil, rendah yang ketika berjanji ada kemungkinan untuk diingkari. Tapi, Dia pasti akan menepati janji-janji-Nya tanpa kurang sedikit pun. Itulah bentuk kasih sayang dan rahmat yang diturunkan untuk sekalian umat yang ada di alam semesta ini.

Setiap soal pasti ada jawabannya, setiap permasalahan pasti ada penyelesaiannya. Hadapilah semua cobaan dengan sabar serta semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Agar semakin bertambah pula ketakwaan diri demi meraih keridhaan-Nya sebagai bekal menghadapi Hari Akhir kelak yang akan berbuah kebahagiaan nan kekal dan abadi di surga.

“Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. al-Insyirah: 5-6)

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 8,60 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Aulia Rahim
Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan. Disela-sela menuntut ilmu sebagai mahasiswa diberikan amanah oleh dekanat menjadi reporter Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan.

Lihat Juga

Wahai Ukhti, Bersabarlah Dalam Penantianmu