Home / Berita / Internasional / Asia / Surat Terakhir Syeikh Ahmad Yassin untuk Para Pemimpin Arab

Surat Terakhir Syeikh Ahmad Yassin untuk Para Pemimpin Arab

Syeikh Ahmad Yassin.  (nizarazu.com)
Syeikh Ahmad Yassin. (nizarazu.com)

dakwatuna.comIni adalah salinan dan terjemahan surat terakhir yang dibuat oleh Syekh Ahmad Yassin dikutip dari knrp.org. Surat ini ditujukan untuk para pemimpin Arab yang akan menggelar konferensi. Tapi sayang, surat ini belum sempat ia sampaikan. Syahid lebih dulu menjemputnya pada tahun 2004. Konferensi Liga Arab juga batal.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu

Pernyataan bahwa kemenangan dunia Islam tergantung pada Arab adalah tanggung jawab besar yang terpikul di pundak Anda semua yang telah dipercaya oleh Allah untuk melayani umat, sekarang, juga di masa mendatang. Dan Rasulullah bersabda, Allah akan menanyakan pada orang-orang yang diberi kepercayaan dan tanggung jawab apakah sudah ditunaikan kewajiban. Dengan memberdayakan kekuatan yang Anda miliki untuk melayani masa depan negara-negara Islam, musuh-musuh Allah telah bersatu untuk memerangi umat ini.

Di hadapan Anda sekalian sekarang ada tantangan, dan rakyat Anda menanti resolusi yang akan dihasilkan nanti. Mereka menunggu resolusi untuk masalah pokok di Timur Tengah: Palestina. Saya berharap konferensi yang akan berlangsung nanti setuju dan mendukung rakyat Palestina yang terus berjihad sampai kemenangan yang telah ditentukan Allah.

Karena itu saya memohon untuk mempertimbangkan beberapa hal di bawah ini:

Pertama: Tanah Palestina adalah milik Arab. Tanah Islam secara paksa telah dirampas oleh Yahudi Zionis dan itu hanya bisa direbut kembali dengan kekuatan. Palestina adalah tanah wakaf yang tidak bisa diserahkan, walaupun hanya satu inchi, untuk itu kamu bersedia melakukan segalanya.

Kedua: Jihad di Palestina adalah hak asasi rakyat Palestina. Dan juga diwajibkan bagi seluruh Muslim, laki-laki dan perempuan. Untuk memerangi ketidakadilan, terorisme yang dilakukan musuh-musuh Allah. Rakyat Palestina menolak untuk dipisahkan dari orang-orang Arab dan kaum Muslimin di seluruh dunia. Kami berharap konferensi yang akan dilakukan menghasilkan posisi yang jelas bagi perjuangan rakyat Palestina.

Ketiga: Rakyat kami yang sedang berjuang melawan penjajah, sudah sepatutnya mendapat dukungan dari para pemimpin umat. Rakyat kami butuh dukungan ekonomi, setelah iblis Israel menghancurkan mata pencarian dan kemakmuran kami. Rakyat kami juga butuh dukungan militer, keamanan, medis, moral, diplomatik, dan segala dukungan untuk menolong jihad. Rakyat Palestina berharap bantuan dari konferensi ini.
Keempat: Kami memohon jangan lagi membina hubungan baik dengan musuh dan menutup kedutaan, kantor, konsulat atau perwakilan dagang Israel di mana pun berada. Kami mendesak Anda semua untuk aktif memboikot dan menghentikan hubungan kooperatif dengan mereka.

Kelima: Umat ini mmebutuhkan segala bantuan untuk mengakhiri agresi musuh di Palestina. Saya percaya, waktunya akan datang seperti yang telah Allah janjikan, bersabarlah dan jangan berpecah belah.

Keenam: Masjid al Aqsa, memohon dengan sangat pada kalian untuk diselamatkan dari penghancuran Zionis.

Ketujuh: Terakhir, kami juga meminta kepada kalian untuk membantu rakyat Irak mengusir penjajah Amerika dari tanahnya. Seperti yang telah dilakukan oleh rakyat Irak, mendukung kami membebaskan Palestina.

Para pemimpin yang terhormat, ini semua yang aku harapkan dari Anda. Seperti yang telah diperintahkan Rasulullah, agar kita saling menasihati. Saya memohon kepada Allah agar Anda dipersatukan untuk membela agamanya dan membawa umat menuju keadaan yang lebih baik.

Dari saudaramu

Ahmad Ismail Yassin

(knrp/sbb/dakwatuna)

 

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (25 votes, average: 9,08 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Beritakan Erdogan Digulingkan Militer, Surat Kabar Mesir Jadi Bahan Lelucon di Medsos