Jalanilah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (liveinternet.ru)
Ilustrasi. (liveinternet.ru)

dakwatuna.com – Seorang mahasiswa masuk ke dalam ruangan seorang dosen yang begitu disegani dan hormati sebab ilmu dan akhlak dosen tersebut. Hampir semua mahasiswa segan dan hormat kepada beliau. Dengan langkah perlahan, dia masuk dan mengucapkan salam.

“Assalamualaikum, Pak”

“Waalaikumsalam, silahkan duduk, Den”

Aden merupakan salah satu mahasiswa perguruan tinggi di Yogyakarta. Maksud kedatangan Aden menemuni dosen tersebut ialah untuk menceritakan dan meminta nasihat dari masalah yang sedang menimpanya.

Seusai panjang lebar Aden menjelaskan masalah yang dialaminya. Satu kata kunci dan nasihat dia peroleh yang keluar langsung dari dosen senior tersebut.

“Jalanilah”

Dia terdiam sejenak ketika mendengar nasihat singkat tersebut. Memandang ke wajah yang mulai menua yakni sosok orang yang berada di depannya sambil memikirkan dan berusaha memaknai kata singkat yang masih terngiang di telinganya.

“Jalanilah”

Jalanilah semua kehidupan yang telah menjadi garis takdir manusia. Semua orang memiliki garis kehidupan yang berbeda-beda. Semua orang pun memiliki masalah masing-masing. Disinilah pentingnya kekuatan iman yang dimiliki oleh setiap insan untuk mampu menjalani kehidupan sehari-hari.

Kehidupan merupakan episode-episode yang harus dilalui oleh manusia. Dilalui dengan cara bergerak tanpa berdiam diri bermalas-malasan menerima takdir yang telah ditentukan-Nya.

“Jalanilah”

Nasihat tersebut mengajarkan kepada kita untuk tetap bergerak walaupun sulit. Tapi, yakinlah kita bergerak tidak sendirian. Ada Zat yang selalu melindungi, mengawasi bahkan membantu saat diri ini tetap berada di jalan-Nya.

Bagaiamana mungkin kita mampu menyelesaikan suatu masalah jika hanya dengan berdiam diri? Masalah tersebut akan tetap menimpa diri tanpa ada suatu pemecahan dari sang penerima masalah. Bukankah manusia itu ketika memperoleh masalah dia ditugaskan untuk menghadapinya? Selesai tidak selesai masalah tersebut, kita kembalikan kepada Yang memberikan masalah, yakni Sang Maha Sempurna.

Berdiam diri bukan menjadi solusi yang benar untuk menghadapi berbagai masalah yang menimpa diri ini. Bergerak adalah salah satu langkah untuk menyelesaikan masalah yang menimpa diri ini. Setidaknya, dengan bergerak, kita telah melakukan usaha untuk menyelesaikan masalah yang memimpa.

Pernahkah kita melihat air yang menggenang? Bagaimanakah kondisinya? Air yang menggenang akan lebih banyak keburukannya daripada kebaikannya.

Lihatlah sejenak air yang menggenang. Genangan air tersebut akan menjadi sumber penyakit dan diliputi berbagai bakteri yang hidup didalamnya. Sebagai sarang nyamuk dan berbagai keburukan lainnya.

Sedangkan air yang mengalir akan memiliki kebaikan yang lebih daripada air yang menggenang. Setidaknya, keburukan-keburukan yang ada pada air menggenang tidak terjadi pada air yang mengalir. Air mengalir dapat mengaliri sawah, bisa digunakan untuk minum, bisa juga untuk keperluan sehari-hari seperti MCK dan berbagai kebaikan lainnya.

Air menjalani kodratnya dengan mengalir. Walau terkadang, harus terhempas oleh batu-batu atau jatuh dengan tiba-tiba pada ketinggian akibat jalur yang dilewati. Tapi, mengapa air tetap mengalir? Padahal masalah telah bertubi-tubi menimpa dirinya. Semua masalah tersebut dia lewati walaupun harus berjuang menembus berbagai rintangan yang menghadang, dia tetap berusaha agar bergerak dan mengalir.

Bagaimana dengan manusia? Apakah manusia akan tetap bergerak dengan berbagai masalah yang menimpa dirinya? Ataukah hanya bisa berdiam diri dari masalah yang telah berjatuhan?

“Jalanilah”

Nasihat singkat tersebutlah yang membuat Aden tetap bertahan hingga sekarang ini. Berbulan-bulan dia lalui walaupun masalah tersebut tak kunjung terselesaikan. Tapi dia tetap menjalaninya. Pada akhirnya, benar apa yang dikatakan oleh sang dosen,

“Jalanilah”

Nasihat itu mengajarkan kepada kita semua agar tetap bergerak dikala berbagai permasalahan telah meruntuhi jiwa-jiwa manusia. Bergerak untuk mencari solusi terbaik. Bergerak di jalan-Nya. Tetap bersabar dan berikhtiar dengan segala ketentuan-Nya.

Fitrah seorang manusia ketika masalah menghampirinya, maka dia akan merasakan beban yang tak terkira. Apalagi jika masalah itu begitu berat, maka dia pun sekejap akan mengeluh. Tapi, bukan seorang musim jika hanya pandai mengeluh tak mencari sebuah solusi yang terbaik untuk menyelesaikannya. Bergerak, apapun yang terjadi. Kita kembalikan kepada-Nya.

Bukankah Dia tidak akan menurunkan suatu masalah kepada hamba-Nya di luar batas kemampuan hamba-Nya? Maka dari itu, jalanilah hingga akhir batas kemampuan tersebut. Tapi, yakinlah. Dia akan tetap membersamai orang-orang yang selalu mengadu dan meminta kepada-Nya. Bahkan, Dia akan lebih menyukai orang-orang yang selalu mendekat kepada-Nya. Mendekat tidak hanya dikala dalam kesulitan tetapi mendekat dikala kemudahan. Walaupun tak bisa dipungkiri, manusia lebih banyak mendekat dikala dalam kesulitan.

Rahmat dan kasih sayang-Nya sangat luas tak mampu diukur dan digambarkan oleh apapun. Sehingga, Dia tetap memberikan pertolongan kepada siapapun tatkala Dia didekati. Persoalan hidup ini untuk dijalani. Bukan untuk diratapi, ataupun ditangisi dengan berdiam diri. Maka dari itu, “Jalanilah”

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Aulia Rahim
Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan. Disela-sela menuntut ilmu sebagai mahasiswa diberikan amanah oleh dekanat menjadi reporter Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan.

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Geliat Cinta Pejuang

Organization