Home / Berita / Daerah / Ahok: Mudah-mudahan Jokowi Tidak Terpilih

Ahok: Mudah-mudahan Jokowi Tidak Terpilih

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).  (terasjakarta.com)
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (terasjakarta.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Kebiasaan blusukan Joko Widodo selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta rupanya membuat Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama tidak nyaman.  Ahok merasa bosan terus didesak untuk blusukan ke kampung-kampung seperti yang sebelumnya sering dilakukan Jokowi.

“Supaya ada yang blusukan. Jadi kalian (wartawan) tidak mendesak saya untuk blusukan,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Olehkarena itu Ahok berharap Jokowi tidak terpilih sebagai presiden pada pilpres 2014 ini.
“Mudah-mudahan Pak Jokowi tidak terpilih, supaya dia kembali lagi. Mudah-mudahan Pak Jokowi gagal, jadi balik lagi jadi gubernur,” ujarnya di Balaikota Jakarta dikutip dari liputan6, Jumat (6/6/2014).

Ahok mengatakan, sebenarnya ia tak perlu setiap hari turun ke lapangan mengecek keadaan warga. Dirinya hanya perlu membaca pemberitaan di media dan memantau apakah ada warga DKI yang terjerat masalah dan mengenai kondisi infrastruktur dan persoalan sosial di Jakarta.

Sehingga, menurut Ahok, ia dapat bekerja sama dengan media untuk mendeteksi permasalahan di lapangan tanpa sering blusukan. “Aku baca berita kalian lho. Jadi nggak perlu blusukan karena baca berita sudah kaya blusukan kan. Kalau aku blusukan malah nggak kerja nanti, malah makan melulu karena lapar,” jelas Ahok sambil tersenyum.

Sebelumnya, Ahok menilai sistem blusukan akan kurang efektif dilakukannya selama menjadi Pelaksana Tugas Gubernur DKI. Sebab, dirinya memegang 2 jabatan sekaligus yang berarti tugas dan tanggung jawabnya akan semakin banyak. Berbeda saat masih ada Jokowi sehingga keduanya dapat berbagi tugas.

“Dulu Pak Jokowi bisa blusukan karena ada saya di sini. Sekarang kalau saya blusukan, nggak bisa. Saya udah full begitu,” ujarnya.

Karena itu, menurut Ahok, meninggalkan kantornya untuk blusukan tak akan mungkin ia lakukan di hari biasa. Maka, kemungkinan dirinya akan blusukan di akhir pekan, yaitu Sabtu atau Minggu. Jika tidak, ia akan memilih waktu-waktu di luar jam kerja, misalnya di malam hari.

“Liat lapangan, liat aja waktu hari libur Sabtu dan Minggu. Atau tengah malam,” tukas mantan Bupati Belitung Timur itu. (sbb/dakwatuna)

 

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (27 votes, average: 7,48 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Atchun Lie

    betul betul betul pak ahok nggak usah blusukan… kalo gt kapan kerjanya kalo cuman blusukan aja emang staf kantornya nggak ada ya sampai nggak bisa di berdayakan..

  • Irvine Kinneas

    saya salut sama ahok. saya pingin punya presiden seperti ini. satu aja pak yang kurang, syahadatain.

Lihat Juga

Al-Sabsi, Presiden Tunisia yang baru (islammemo.cc)

Pengambilan Sumpah Al-Sabsi Tutup Tahun 2014 di Tunisia