Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Baca dan Tulislah

Baca dan Tulislah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: olx.com.my)
Ilustrasi. (Foto: olx.com.my)

dakwatuna.com – Percaya atau tidak, mau tidak mau, kita harus dengan malu mengaku bahwa budaya membaca dan menulis bangsa kita masih memprihatinkan. Tidak usah jauh-jauh mencari pembanding dengan negara nun di belahan Eropa. Bahkan, dibandingkan negara tetangga sesama ASEAN saja, kita masih cukup tertinggal. Bukan bermaksud menyalahkan atau menuduh. Tapi itu adalah realita pahit yang harus kita benahi bersama-sama.

Membaca adalah ibadah. Membaca juga diperintahkan dengan jelas dalam agama Islam. Membaca adalah aktivitas untuk menghebatkan manusia agar mampu mengemban tugasnya sebagi khalifah di muka bumi. Tanpa membaca, maka mata dan otak manusia tidak dapat menjangkau ilmu pengetahuan dan aneka wawasan yang berguna untuk kehidupan.

Sebenarnya, membaca bukanlah sebuah kerja paksa yang berat atau menyakitkan. Namun, seringkali banyak orang yang malas atau menganggap bahwa membaca hanya kerjaan anak sekolah saja. Padahal, membaca juga dapat menjadi olah raga otak agar tidak cepat pikun.

Setelah membaca, maka menulis adalah aktivitas mulia yang sebaiknya dilakukan. Dengan menulis, maka kita dapat membantu menyebarkan ilmu maupun wawasan kepada orang lain. Menulis dapat menjadi aktivitas ibadah bagi seorang muslim, dalam kerangka menyebarkan ilmu yang bermanfaat.

Bayangkan jika para ulama di masa dulu tidak menulis. Maka boleh jadi, kita masih hidup di zaman kebodohan. Tanpa menulis, boleh jadi ilmu akan mati dan terkubur bersama wafatnya para ulama tersebut.

Mengapa harus banyak membaca agar dapat menulis? Tentu saja, karena sebuah tulisan yang bermutu harus didukung keluasan ilmu dan wawasan dari sang penulis. Tanpa cukup membaca, maka penulis kehabisan ide untuk merampungkan tulisannya.

Membaca dan menulis adalah dua aktivitas menyenangkan yang menyehatkan. Bisa jadi, aktivitas tersebut juga dapat menjadi jalan mencari rezeki yang halal sekaligus menuai pahala di akhirat kelak.

Maka dari itu, tidak ada kata terlambat untuk mulai dari sekarang. Mulai dari diri sendiri, menjadi manusia yang suka membaca dan juga menulis. Membaca dan menulis, suatu saat dapat mengangkat harkat martabat bangsa di mata dunia.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ibu dari empat orang anak, dua putra dan dua putri. Menyukai menulis dan membaca. Bekerja sebagai dosen di FKM UAD, Yogyakarta. Tinggal di Yogyakarta sejak 2003.

Lihat Juga

Menengok Sejarah Pancasila: Ideologi Kebangsaan Berlandaskan Islam