Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Negeri (yang) Sakit…

Negeri (yang) Sakit…

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com 

 berharap ada yang berubah dari layar kaca.

tapi sepertinya, hanya mimpi belaka.
apalagi dalam satu dua bahkan tiga bulan berikutnya.

hanya ada topeng memenuhi pandangan mata.

mengubah setiap lakon cerita menjadi manis adanya. sandiwara.

 

berjalan kesana-kemari mencari sensasi.

untuk sebuah kasta tertinggi di negeri ini. sebuah kursi.

tempat paling nyaman untuk memperkaya diri.

juga bagi mereka yang ada di belakangnya membuntuti. para pencuri.

 

kabarnya pemimpin negeri seberang sudah mulai berdatangan.

berharap ia jadi, memang. menang dan meraup simpati dari banyak orang.

entah untuk apakah ia punya kepentingan. persekongkolan?

 

si pemilik tivi pun mulai mendekat.

menawarkan dirinya sebagai back-up.

khawatir banyak serangan dan perangkap.

diapun bersemangat. jangan sampai kesempatan ini lewat.

menambah amunisi untuk semakin memikat. rakyat.

 

tak boleh ada yang menghina.

haram baginya sebuah cela.

hanya ada puja-puja.

bahkan nasi pecelpun jadi sebuah cerita.

headline terpampang menghiasi media.

sorot kamera tak pernah luput darinya. citra.

 

lakonpun semakin menarik.

berbagai intrik dikemas menarik.

hingga semua mata tertuju padanya, melirik.
berharap ialah satria piningit. duh, negeri ini sedang sakit.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Jupri Supriadi
Masih tertatih menjadi baik, dalam proses menuju kebaikan. Bogor-Jogja-Banjarmasin

Lihat Juga

Dengan Citra Al-Amin Tidak Serta Merta Terjadi “Yadkhuluna Fi Dinillah Afwaja”