Home / Berita / Internasional / Asia / Di Jepang, 75 Kasus Bunuh Diri Setiap Hari Selama Empat Tahun Terakhir

Di Jepang, 75 Kasus Bunuh Diri Setiap Hari Selama Empat Tahun Terakhir

Kampanye anti bunuh diri di Jepang (Aawsat)
Kampanye anti bunuh diri di Jepang (Aawsat)

dakwatuna.com – Tokyo. Pemerintah Jepang mengumumkan, Selasa (3/6/2014), bahwa bunuh diri telah menjadi penyebab terbesar kasus kematian di kalangan anak muda. Hal seperti ini sudah berlangsung pada tujuh tahun terakhir ini.

Pada kelompok usia 15-39 tahun, bunuh diri masih menjadi sebab terbesar kematian. Bahkan bagi kelompok umur 20 tahunan, persentase itu mencapai 50% dari seluruh kematian.

Dalam konferensi persnya, Yoshihida Suga, sekretaris kabinet Jepang, mengatakan, “Kami akan melakukan penelitian untuk menemukan sebab terjadinya hal ini. Setelah itu baru bisa ditentukan langkah-langkah pencegahannya.”

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa jumlah kasus bunuh diri telah menurun 2.1%, kini kasusnya berjumlah 27.283 kasus. Sehingga rata-rata kejadiannya adalah 75 kasus setiap harinya. Turunnya angka bunuh diri ini, menurut Suga, karena ekonomi sedang membaik. (msa/dakwatuna/aaswat)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir
  • Adi Jun

    Jepang memang maju, tapi banyak penduduknya yang tak memiliki agama yang pasti. Tugas para da’i-da’i Indonesia terbuka luas..

Lihat Juga

Ribuan Warga Jepang Protes Pangkalan Perang AS di Okinawa