Home / Berita / Internasional / Asia / Angkatan Udara Yaman Mulai Serang Syiah Hutsi Karena Dirasa Semakin Membahayakan

Angkatan Udara Yaman Mulai Serang Syiah Hutsi Karena Dirasa Semakin Membahayakan

Militer Yaman memperketat keamanan di Amran (Aljazeera)
Militer Yaman memperketat keamanan di Amran (Aljazeera)

dakwatuna.com – Shan’a. Sudah beberapa pekan terjadi perang antara pemerintah dan kelompok bersenjata Syiah Hutsi di provinsi Amran. Namun terakhir, terjadi perkembangan yang cepat karena pemerintah mulai menurunkan pasukan angkatan udara dengan pesawat-pesawat tempur Senin dan Selasa (2-3/6/2014) kemarin.

Beberapa pengamat menilai bahwa pemerintah mulai merasakan semakin berbahayanya Syiah Hutsi ini. Mereka benar-benar menargetkan sebuah gunung yang langsung mengarah ke ibukota dan airport Yaman di Shan’a. Di saat yang bersamaan, terjadi pengetatan keamanan di ibukota dengan alat-alat berat seperti tank dan panser di sejumlah titik.

Pengamat militer, Brigjen Purnawirawan Muhsin Khashruf, mengatakan bahwa dilibatkannya pasukan udara adalah untuk melakukan serangan preventif karena negara mulai mengkhawatiran ibukota, terutama airportnya. Karena kemungkinan pasukan Syiah Hutsi terus maju meninggalkan Amran semakin besar. Oleh karena itu, pasukan udara dikerahkan untuk memukul mereka lebih awal.

Khashruf setuju dengan serangan ini, “Pemerintah harus segera bertindak. Karena konflik antara kelompok-kelompok bersenjata di Yaman akan semakin menguatkan kelompok-kelompok tersebut. Di sisi lain akan semakin melemahkan peran negara dan militernya. Negara harus menunjukkan wibawanya, dan mulai melucuti senjata mereka.”

Sementara itu, Syiah Hutsi menuduh pemerintah hanya melaksanakan agenda asing saat menggunakan angkatan udaranya menyerang posisi-posisi Hutsi. Serangan itu juga dikritik, karena tidak didahului dengan peringatan. Pasukan Syiah yang mengklaim sebagai Ansharullah (penolong Allah) mengatakan, “Kami mencium adanya agenda Amerika. Melibatkan angkatan udara menyerang kami adalah sebuah kekeliruan, dan bisa membuat kondisi negara ini semakin parah. Militer hanya akan masuk dalam perang yang sia-sia.” (msa/dakwatuna/aljazeera)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,75 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Ini Alasan Mengapa Syiah Gembira Dengan Kemenangan Trump