Home / Berita / Daerah / Mengakui Kesalahannya, Pemalsu Air Zamzam Terima Keputusan 30 bulan Penjara

Mengakui Kesalahannya, Pemalsu Air Zamzam Terima Keputusan 30 bulan Penjara

H. Thalib bin Seb bin Thalib, di vonis 30 bulan karena terbukti menjual air zamzam palsu. (kompas.com)
H. Thalib bin Seb bin Thalib, di vonis 30 bulan karena terbukti menjual air zamzam palsu. (kompas.com)

dakwatuna.com – Semarang. Setelah satu minggu diberikan hak untuk menentukan sikap, terdakwa pemalsu produk air zamzam, H Thalib (58) akhirnya menerima keputusan majelis hakim untuk menjalani masa pidana.

Dalam putusan pekan lalu, Tholib divonis penjara dua tahun dan enam bulan bulan. Pernyataan sikap tersebut disampaikan terdakwa melalui penasihat hukumnya, Muhammad Khudori di Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (3/6/2014).

Menurut Khudori, kliennya yang juga Direktur CV Ebin Thalib Mandiri itu telah mengakui segala kesalahan yang telah diperbuatnya.

“Dari kami menerima. Bapak mengaku salah dan beliau menerima putusan, dan tidak mengajukan banding,” kata dia.

Terdakwa Tholib terbukti bersalah lantaran telah memproduksi air zamzam palsu yang beromzet di atas Rp 200 juta. Selain itu, usaha yang digelutinya itu tak mempunyai izin usaha industri sesuai ketentuan Undang-undang Perindustrian.

Perusahaan itu didirikan dan beroperasi pada tahun 2011 di Dusun Sebumi, Kelurahan Polaman, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Omzetnya miliaran rupiah yang didistribusikan hingga merambah seperti Jawa Timur dan DKI Jakarta.

Sementara itu, ditemui secara terpisah, Kurnia selaku Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah yang menangangi perkara ini juga menyatakan sikapnya menerima putusan. Meski begitu, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui kabar dari penasihat hukum akan rencana banding terdakwa.

“Dari kami sudah menerima putusan. Meski begitu, kami siap menyusun kontra memori banding jika terdakwa mengajukan banding,” ujar Kurnia, Selasa.

Seperti diketahui, pola dan modus pembuatan zamzam palsu adalah dengan mengambil air dari dasar tanah di bawah rumahnya.

Setelah itu, dia membuat kemasan yang persis dengan aslinya agar masyarakat percaya dan mengira air zamzam itu asli diproduksi dari Arab Saudi. Padahal air zamza itu asli dari Mijen, bukan dari Arab Saudi. Tholib sendiri terbukti bersalah dengan sengaja melanggar ketentuan Pasal 24 (1) UU No 5 tahun 1984 tentang Perindustrian.

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ilustrasi (RoL)

Qiyadah yang Tak Malu Mengaku Salah

Organization