Home / Berita / Internasional / Asia / Celana Panjang ini Berusia 3.000 Tahun

Celana Panjang ini Berusia 3.000 Tahun

Sebuah celana panjang yang ditemukan di pekuburan Yanghai, di cekungan Tarim, China diduga berusia 3000 tahun. (kompas.com)
Sebuah celana panjang yang ditemukan di pekuburan Yanghai, di cekungan Tarim, China diduga berusia 3000 tahun. (kompas.com)

dakwatuna.com – Beijing. Sebuah celana panjang yang ditemukan di pekuburan Yanghai, di cekungan Tarim, China, diduga merupakan celana panjang tertua karena diperkirakan berusia 3.000 tahun.

Usia celana panjang itu sesuai dengan masa-masa ketika manusia mulai membutuhkan pakaian khusus yang digunakan untuk menunggang kuda.

Model pakaian saat itu seperti toga dan jubah, tak sesuai untuk menunggang kuda sehingga diperlukan model pakaian baru yang jauh lebih sesuai.

Manusia diduga mulai menunggang kuda pada 4.000 tahun lalu sehingga temuan celana panjang ini dianggap sesuai dengan masa-masa tersebut.

Celana yang terbuat dari kulit itu ditemukan bersama kerangka seorang pria yang diduga berusia sekitar 40 tahun yang kemungkinan besar adalah seorang peternak atau prajurit.

Selain celana panjang, para peneliti juga menemukan sebuah cambuk, tali kekang kuda, sebuah kapak perang, dan sebuah busur.

Pekuburan Yanghai adalah sebuah pemakaman kuno yang terbentang dengan luas sekitar 54.000 meter persegi.

Sejak penggalian dilakukan pada 1970-an, para peneliti sudah menemukan lebih dari 500 makam kuno dengan berbagai temuan bersejarah.  (kompas/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 2,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Muslimah Turkistan Timur. (Turkey Post)

Muslim Amerika Tuntut Pemerintah China Akhiri Politik Anti Islam di Xinjiang