Home / Narasi Islam / Dakwah / Menyiasati Gejolak Dakwah

Menyiasati Gejolak Dakwah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustasi. (niesa-lovecrew.blogspot.com)
Ilustasi. (niesa-lovecrew.blogspot.com)

dakwatuna.com – Setiap urusan yang diperjuangkan, pasti memiliki konsekuensi. Fokus kita bukanlah pada sumber daya materil, tetapi kepada objek riil, yaitu manusia. Bahwa Allah menurunkan musuh pada setiap medan dakwah adalah sebuah keniscayaan.

Selama perjalanan itu, pasti ada gesekan dan benturan. Entah dengan pergerakan non-muslim, harokah yang berbeda mazhab, bahkan dengan orang yang berada dalam satu jama’ah dengan kita.

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ

“Dan demikianlah kami jadikan, bagi setiap nabi-nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin.” (Qs. al-An’am: 112)

 

Nabi saja memiliki musuh, apalagi pengikutnya. Sehingga, jika kita telah mengetahui bahwa gejolak dalam dakwah adalah sebuah keniscayaan, maka kita harus bisa menyiasatinya. Adapun syarat keberhasilan sebuah siasat ialah:

1. Planning

Kata siasat tidak terlepas dari perencanaan. Karena kaidah ke-efektifan dan ke-efisienan dapat berjalan ketika kita bisa mengurangi waktu yang terbuang sia-sia. Rasul pun bersabda, “Ciri sempurnanya iman seseorang ialah meninggalkan hal yang sia-sia.”

2. Ilmu

Bagaimana kita bisa berperang, jika tidak memiliki ilmu. Rasul pun bersabda:

يَحْمِلُ هَذَا الْعِلْمَ مِنْ كُلِّ خَلَفٍ عُدُلُهُ

“Ilmu ini dipikul oleh orang-orang yang terpercaya dari setiap generasi.

Memang Rasul sangat menghargai orang yang berilmu. Bahkan Allah sendiri meninggikan derajatnya. Saat ini, musuh-musuh Islam sedang berusaha membangun peradabannya. Dan IPTEK (Ilmu Pengetahuan & Teknologi) mereka sudah maju. Bagaimana menyiasati dahsyatnya kemajuan IPTEK mereka? Jawabannya ialah dengan ilmu yang lebih luas lagi!

3. Daya Tempur

Hakikat akhir dari sebuah peperangan ialah menang atau kalah. Islam memimpin peradaban pun, merupakan sebuah bukti kongkrit bahwa Islam menang. Sehingga daya tempur menjadi syarat mutlak menyiasati gejolak dakwah. Karena Allah lebih menyukai orang-orang yang kuat, daripada orang yang lemah.

Jika ketiga syarat menyiasati gejolak dakwah sudah kita kuasai. Insya Allah jalan dakwah akan terus melaju, betapapun sulitnya medan yang menghadang. Allahumma Yassir wala Tu’assir.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 4,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Ridwan Akbar
Mahasiswa Hubungan Internasional, FISIP UIN Jakarta.

Lihat Juga

Innalillahi, KH Ruslan Effendi Meninggal Dunia