Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Sajak Kehidupan

Sajak Kehidupan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com

Jika bermata, mengapa tak melihat?

Jika bertelinga, mengapa tak mendengar?

Jika bermulut, mengapa tak berucap?

 

Jika mata  melihat kesenangan orang lain, dan yang kau rasakan berupa kesedihan

Jika telinga mendengar umpatan, cacian, dan celaan orang lain. Dan kau rasakan kesenangan

Jika mulut hanya untuk berucap kegundahan, dan keluhan. Bukan pujian

 

Sudahlah,

Ku yakin, kebahagian tak kan pernah kau dapatkan

Ketenangan tak kan pernah kau rasakan

Dan setiap cobaan, pasti hanya kau pandang sebagai tekanan. Bukan ujian

 

Bersabarlah duhai kawan

Tidak ada kehidupan jika tidak ada ujian

Tidak kan ada kemenangan tanpa kesabaran

Tidak akan ada keindahan kehidupan jika tanpa kesyukuran

 

Dan sejatinya hidup, memanglah harus bersusah–susahan

Seringkali tidak berkecukupan

Penuh cobaan

Bukan pujian yang akan banyak kau dapatkan

Melainkan celaan, hinaan, dan cacian

dan itulah kehidupan

 

Yakinlah, syukur membuat aman dan nyaman

Karena hidup adalah sebuah tujuan.

Tujuan mencapai keridhaan

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 6,17 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Zahratul Afifa
Lahir di Bengkalis Provinsi Riau pada bulan Desember 1990. Mahasiswi semester 1 pada sekolah Pasca sarjana program studi pendidikan dasar di UPI. Memulai belajar menulis, dan menjadi anggota FLP kota Pekanbaru angkatan VIII pada awal tahun 2013.

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Geliat Cinta Pejuang