Home / Keluarga / Pendidikan Anak / Hilangnya Permainan Tradisional Adalah Hilangnya Moralitas dan Karakter Anak Bangsa?

Hilangnya Permainan Tradisional Adalah Hilangnya Moralitas dan Karakter Anak Bangsa?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi - Anak-anak (Yudi/Primair)
Ilustrasi – Anak-anak (Yudi/Primair)

dakwatuna.com – Dewasa ini, permainan tradisional mulai terkikis dengan munculnya permainan-permainan modern seperti game online, play station, nintendo, dan lain sebagainya.  Padahal, permainan-permainan  tersebut  hanya monoton dan menjenuhkan. Anak dituntut untuk mematuhi aturan di game online tersebut. Permainan itupun tidak menghasilkan efek baik bagi tubuh. Karena game online hanya menggerakkan tangan dan mata, tidak jasmani secara keseluruhan. Berbeda dengan permainan tradisional seperti gobak sodor, dakon dan petak umpet. Permainan itu menggerakkan semua anggota tubuh, sehingga badan menjadi kuat dan sehat.

Selain menyehatkan tubuh, permainan tradisional yang diciptakan nenek moyang juga mengandung banyak hikmah untuk membangun karakter dan moral anak. Sehingga dapat membentuk sang anak menjadi pandai. Baik dan cerdas dalam aspek kognitif maupun emosional. Permainan tradisional yang beraneka ragam dan merupakan khazanah budaya bangsa Indonesia harus dilestarikan dan dijaga.

Namun, kenyataan yang terjadi saat ini, orang tua sering melalaikan untuk mengajarkan permainan tradisional dan lebih mengenalkan pada game online ataupun play station. Sehingga anak merasa ketagihan. Maka dari itu, penting  juga bagi orang tua dan guru untuk memperkenalkan permainan-permainan tradional kepada anak-anak dan memberi penjelasan tentang hikmah apa yang dapat diambil serta dijadikan teladan dari permainan tersebut.

Permainan tradisioanal secara langsung atau tidak langsung akan menciptakan kepekaan terhadap semua input yang masuk pada anak. Hal ini memiliki pengaruh yang besar untuk menanamkan nilai moral dan karakter anak, serta menumbuhkembangkan potensi anak agar mampu berfikir cerdas dan bersikap baik.

Menurut Bredekamp dan Rosegrant, ada empat komponen untuk membantu anak menumbuhkembangkan potensinya, yaitu dengan kesadaran, eksplorasi, penyediaan pengalaman, dan teman sebaya. Hal ini sesuai dengan dunianya yaitu belajar sambil bermain. Permainan tradisional adalah permainan yang pertama kali dikenal di lingkungan karena telah turun temurun dari orang tua mereka atau nenek moyang.

Salah satu permainan tradisional yang menarik dan mendidik adalah Gobak Sodor. Istilah permainan Gobag Sodor ini dikenal di daerah Jawa Tengah. Gobak Sodor adalah sejenis permainan daerah di Indonesia. Cara melakukan permainan ini yaitu dengan membuat garis-garis penjagaan dengan kapur seperti lapangan bulu tangkis. Bedanya, tidak ada garis yang rangkap. Gobak sodor terdiri dari dua tim, satu tim terdiri dari tiga orang. Aturan mainnya adalah mencegat lawan agar tidak bisa lolos ke baris terakhir secara bolak-balik. Untuk menentukan siapa yang juara adalah seluruh anggota tim harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.

Permainan ini sangat menarik, mendidik dan juga menyenangkan. Setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin untuk meraih kemenangan. Permainan ini mengajarkan ketangkasan, kerja keras, kebersamaan, strategi yang baik dalam memilih keputusan dan mengajarkan untuk tidak mudah putus asa karena jalan yang dilalui tak hanya satu jalur tapi beberapa jalur.

Beraneka ragamnya permainan modern atau disebut game online membuat anak-anak melupakan budaya permainan tradisional yang turun temurun diwariskan oleh nenek moyang. Karena game online lebih mudah programnya, tidak membutuhkan area yang luas dan dalam menjalankanya, tidak rumit dan lebih cepat. Berbeda dengan permainan tradisional, misalnya Dakon. permainan ini membutuhkan persiapan-persiapan yang lumayan panjang. Namun di sisi lain, permainan tradisional dapat membentuk nilai-nilai moral karena banyak manfaat dari bermain itu dan dapat menumbuhkan karakter bagi si anak.

Maka dari itu, sangat penting bagi orang tua dan tenaga pendidik untuk memberikan pengenalan tentang macam-macam permainan tradisional dan bagaimana cara memainkannya, serta memasukan pesan moral di dalam permainan tradisional tersebut. Sesungguhnya, permainan tradisional tidak hanya untuk kesenangan anak, akan tetapi berguna untuk pembentukan karakternya. Melalui permainan tradisional, anak dapat mempraktekkan ketrampilan yang mengarah pada perkembangan kognitif, bahasa, psikomotorik dan fisik. Sehingga sangat perlu diperhatikan dalam memilih permainan kepada anak.

Seperti yang penulis paparkan di atas, hilangnya permainan tradisional disebabkan karena adanya permainan modern atau game online di internet yang dianggap lebih menyenangkan daripada permainan tradisional. Namun, tidak banyak dari anak bangsa ini menyadari akan reksiko yang akan didaptkan dari game modern tersebut karena sudah merasa kecanduan berat. Reksiko yang di derita bermacam-macam, berikut penulis paparkan reksiko-reksiko tersebut:

  1. Wasir atau ambeien. Karena lamanya duduk sehingga pembulu darah tidak lancar serta mendesak pembuluh darah vena yang ada di daerah anus. Akibatnya pembuluh darah jadi menonjol dan rasanya sakit serta panas.
  2. Mendorong perilaku negatif.  Bila sang anak sudah kecanduan game online, apapun akan dilakukan termasuk melakukan hal negatif agar bisa menikmati game online. Misalnya, seorang anak bisa bolos sekolah, menyelewengkan uang SPP, mengambil uang teman dan lain-lain, hal ini bisa juga dikatakan sebagai pemborosan uang. Jumlahnya mungkin tidak banyak, namun tetap saja hal ini sangat memprihatinkan.
  3. Prestasi belajar menurun. Asik bermain game membuat anak sering lupa waktu. Sehingga banyak aktifitas yang seharusnya dilakukan menjadi terganggu. Misalnya shalat lima waktu, belajar, mengerjakan PR sekolah, merapikan kamar dan lain-lain. Bahkan di saat melakukan aktifitas seperti itu pun kadang-kadang pikiran mereka masih melamunkan permainan online itu. Akibatnya, prestasi belajar anak menurun.
  4. Makan dan istirahat tidak teratur. Hampir setiap anak maniak game online pernah mengalami hal ini. Pola makan dan istirahat mereka berubah mengikuti jadwal permainan mereka. Waktu makan dan istirahat menjadi kurang teratur. Kondisi ini tentu saja rentan bagi kesehatan anak yang bersangkutan.

Sedikit menoleh pada masa kejayaan permainan tradisional di Indonesia, yang mana pada saat itu generasi muda bangsa ini yang memiliki semangat juang mempertahankan warisan nenek moyang, ketrampilan yang tinggi, solidaritas pertemanan yang terjaga, kejahatan yang sangat rendah serta moralitas yang mencerminkan norma-norma yang anggun. Hal-hal seperti itu jarang kita jumpai di masa ini. Bahkan bisa dikatakan kebalikan yang amat jauh. Masalah seperti ini penuh penanganan yang segera dan ekstra. Keikutsertaan orang tua dan pendidik serta kesadaran dari generasi muda itu sendiri sangat berpengaruh untuk merubah Indonesia menjadi lebih baik.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Abdul Rozak Ali M
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Jurusan Pendidikan Agama Islam. Ketua Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah dan Staff Tabligh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).
  • Anak sekarang lebih pintar mainin gadget dan playstation, ketimbang gobak sodor, petak umpet dll

    • Rozak Al-Maftuhin

      nah untuk itulah peran orang tua sangat penting untuk mengarahkan naluri bermain anak, agar ke depanya sang anak tidak dirugikan.

Lihat Juga

tangan-kaca-pembesar-kalkulator-invoice-angka

Tantangan Dewan Pengawas Syariah dalam Meningkatkan Kualitas Kinerja