Home / Berita / Daerah / Rumah Budaya Fadli Zon Tayangkan Film Bosnia Pemenang Oscar

Rumah Budaya Fadli Zon Tayangkan Film Bosnia Pemenang Oscar

Rumah Budaya Fadli Zon menayangkan Film Bosnia Pemenang Piala Oscar tahun 2002 “No Man’s Land”, Sabtu (31/5). (ilham/RB)
Rumah Budaya Fadli Zon menayangkan Film Bosnia Pemenang Piala Oscar tahun 2002 “No Man’s Land”, Sabtu (31/5). (ilham/RB)

dakwatuna.com – Padangpanjang. Rumah Budaya Fadli Zon menayangkan Film Bosnia Pemenang Piala Oscar tahun 2002 “No Man’s Land”, Sabtu (31/5). Penayangan itu diikuti tiga film Bosnia lainnya masing-masing berjudul “Grbavica”, “Snow”, dan “Days and Hours”.

Pengurus Rumah Budaya Fadli Zon, Edin Hadzalic, Senin (2/6) menyebutkan, selain pemutaran empat film itu, juga dilakukan diskusi bersama Faruk Loncarevic (Sutradara), Prof. Zijad Mehic (mantan Dekan Akademi Seni Bosnia), dan Elma Tataragic (Dosen Akademi Seni Bosnia).

“Nonton bareng” film dan diskusi itu diikuti puluhan mahasiswa Jurusan Televisi dan Film Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang. Menurut Edin, acara itu bertujuan untuk memperkenalkan film-film Bosnia yang berhasil meraih Piala Oscar maupun masuk dalam nominasi serta mengikuti berbagai festival film di dunia.

“Bagi mahasiswa film dan televisi tentu diskusi ini sangat bermanfaat, terutama bagaimana menembus event-event internasional seperti Festival Film Dunia dan Oscar,” katanya.

Dijelaskan, salah satu film yang menggambarkan kehidupan masyarakat Bosnia di masa perang adalah “Snow” (Salju). Menurut Produser dan Penulis Skenario Film ini, Elma Tataragic, film tersebut menggambarkan suasana desa kecil di Bosnia Tengah. Di desa itu, hanya tersisa perempuan dan anak-anak bersama seorang kakek tua. Semua orang telah menghilang karena perang yang berkecamuk.

“Untuk bertahan hidup, warga memproduksi selai plum dan kue-kue, tapi desa ini terlalu jauh dari pasar sehingga kue-kue itu tidak terjual,” ujarnya.

Suatu ketika datang sebuah perusahaan asing Serbia yang berencana membeli seluruh desa untuk membangun perusahaannya. Sebagian perempuan setuju dengan harapan dapat kehidupan lebih baik di kota. Tapi kakek tua dan seorang anak kecil tidak setuju karena mereka tidak tahu akan tinggal di mana setelah desa terjual.

“Rencana orang kota yang datang dari Serbia untuk membeli desa itu gagal karena datangnya badai dan hujan salju,” kata Elma Tataragic.

Sementara itu, Faruk Loncarevic, Sutradara Film asal Bosnia yang pernah memutar Film Dokumenter berjudul “Kiamat Kecil” di Rumah Budaya yang menggambarkan dahsyatnya tsunami Aceh 2004 silam pada kesempatan itu mengatakan, peluang untuk ikut dalam festival-festival film internasional sangat terbuka lebar.

“Yang dibutuhkan adalah penggarapan ide yang unik dan berbeda serta siap berkompetisi dengan sineas-sineas lainnya,” ujar Faruk.

Rumah Budaya Fadli Zon merupakan salah satu kantong budaya di Sumatera Barat yang beralamat di Jalan Raya Padangpanjang-Bukittinggi, Km 6, Nagari Aie Angek, Kabupaten Tanah Datar. Pemutaran film di hari itu bukanlah kegiatan pertama, namun telah diadakan beberapa kali.

Selain menyimpan sejumlah koleksi buku, keris, artefak, benda-benda budaya Minangkabau dan sejumlah karya seni seperti lukisan, di Rumah Budaya juga sering diadakan berbagai kegiatan seni budaya, seperti diskusi buku, pameran lukisan, pemetasan wayang, konser musik, dan berbagai kegiatan lainnya. (rel)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Bahas Pemblokiran Situs Islam, Fadli Zon Ajak Pengelola Situs Datangi BNPT dan Kemenkominfo