Home / Berita / Internasional / Eropa / The Daily Telegraph: As-Sisi Susun Rencana Kudeta Sejak Zaman Mubarak

The Daily Telegraph: As-Sisi Susun Rencana Kudeta Sejak Zaman Mubarak

The Daily Telegraph (shutterstock.com)
The Daily Telegraph (shutterstock.com)

dakwatuna.com – Australia. Harian Inggris, The Daily Telegraph, mengungkapkan bahwa Abdul Fatah As-Sisi sebenarnya telah merancang kudeta militer sejak zaman Presiden Husni Mubarak dan senantiasa mengaku bahwa dirinya adalah “juru selamat’ Mesir.

The Daily Telegraph mengungkapkan bahwa, berdasarkan informasi dua mantan penasehat Presiden Mubarak, As-Sisi sejak 2010 telah merancang strategi bagaimana agar militer Mesir untuk tetap mengendalikan kekuasaan jika revolusi rakyat Mesir meluap dan berhasil menggulingkan Husni Mubarak.

As-Sisi bersama timnya melakukan riset tentang masa depan Mesir pada tahun 2010 dan memprediksikan bahwa Mubarak akan berupaya mewariskan kekuasaan kepada anaknya Jamal Mubarak pada bulai Mei 2011.

Upaya Mubarak tersebut diperkirakan akan menyulut kemarahan publik dan As-Sisi merekomendasikan agar militer siap siaga dengan kondisi tersebut guna mempertahankan posisi dan peran militer selama ini di negara Mesir.

Kesimpulan tersebut menurut The Daily Telegraph berdasarkan analisa Dr. Hasan Nafi’ah, pakar ilmu politik Universitas Cairo, yang mempelajari langkah-langkah militer Mesir sebelum dan setelah Revolusi 25 Januari yang berupaya tidak ikut terseret dengan Mubarak.

The Daily Telegraph lebih lanjut menyebutkan pentingnya mempelajari dengan seksama bagaimana rahasia As-Sisi bisa sampai ke tampuk kekuasaan guna memahami arah Arab Springs (reformasi) di Timur Tengah dan dampaknya terhadap demokratisasi di kawasan tersebut. (islammemo/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Mesir Tangkapi Nelayan Palestina dan Menyerahkannya ke Israel