Home / Berita / Internasional / Amerika / Hanya Karena Ipod, Remaja ini Tega Membunuh Kedua Orang tuanya

Hanya Karena Ipod, Remaja ini Tega Membunuh Kedua Orang tuanya

Vincent Parker, remaja 16 tahun yang tega membunuh kedua orang tuanya hanya karena iPodnya di sita. (theblaze.com)
Vincent Parker, remaja 16 tahun yang tega membunuh kedua orang tuanya hanya karena iPodnya di sita. (theblaze.com)

dakwatuna.com – New York. Seorang remaja bernama Vincent Parker tega membunuh kedua orang tuanya hanya karena pemutar musik iPod-nya disita oleh orang tuanya, ia nekat menganiaya ayah dan ibunya hingga meregang nyawa.

Vincent Parker adalah seorang remaja yang baru berusia 16 tahun dan bermukim di rumah orang tuanya di Norfolk, Amerika Serikat. Sepertinya, ia sangat hobi memainkan iPod sehingga merasa marah karena orang tuanya tiba-tiba menyita benda itu dari tangannya.

“Aku hanya ingat menjadi begitu marah. Semua ini karena ayah. Dia suka mengambil benda-benda milikku seperti iPod,” kata Vincent di pengadilan, seperti lansir NYDailyNews, dikutip dari detikINET, Senin (2/6/2014).

Vincent adalah anak tunggal dan sebenarnya berstatus murid teladan di Norview High School. Pada hari pembunuhan itu, dia bertindak sangat biadab. Ibu kandungnya dia tusuk dan pukul berkali kali dengan tongkat bisbol.

Beberapa saat kemudian, ayahnya pulang ke rumah. Vincent pun langsung menyerangnya dan menusuk berkali-kali. Dalam keadaan sekarat, sang ayah berhasil menelepon aparat.

Polisi datang dan sang ayah masih bisa menceritakan apa yang terjadi. Dia meninggal bersama istrinya di rumah sakit, di tangan anak kandungnya sendiri. Atas perbuatannya itu, Vincent terancam hukuman berat. (sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Mengenal
    psikology anak sangat diperlukan. Memberlakukan anak seperti teman
    kadang lebih membuat anak lebih diapresiasi daripada menyuruh anak
    berprestasi dg segala ‘keharusan’ yg membuat anak tertekan dan tidak
    nyaman. Sangat kontradiktif seorang anak teladan (Tentunya dalam mata
    pelajaran) tega membunuh kedua ortu hanya karena ipod. Ada yg salah
    dalam cara mendidik anak. Pelajaran sangat berharga.

Lihat Juga

Tolak praktek aborsi (ilustrasi).  (solopos.com)

Jangan Bunuh Masa Depan dengan Aborsi

Organization