Home / Narasi Islam / Sosial / Aksi dan Reaksi Kehidupan

Aksi dan Reaksi Kehidupan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Warna Kehidupan (ilustrasi) - Foto: formulatv.com
Warna Kehidupan (ilustrasi) – Foto: formulatv.com

dakwatuna.com – Sayangi orang lain, maka anda akan disayangi. Cintai orang lain, maka anda akan dicintai.

Kata Albert einsten, “Ada aksi, ada reaksi”. Ini tidak hanya berlaku untuk teori Fisika yang ditemukannnya. Ini tidak hanya bisa digunakan dalam hitungan angka-angka. Ya, hal ini juga berlaku untuk kehidupan keseharian kita. Jika kita baik, maka semesta akan baik kepada kita. Begitu juga sebaliknya.

Jadi, semua yang kita lakukan ibarat cahaya. Akan kembali terpantulkan kepada kita. Bahkan Allah pun telah berjanji, barang siapa yang melakukan kebaikan sekecil apapun, maka akan ada balasannya. Dan begitu juga dengan ketidakbaikan yang kita lakukan, Allah juga telah menjanjikan balasannya.

Bahkan janji akan balasan kebaikan itu malah berlipat ganda akan diberikan oleh Allah kepada kita. Berlipat gandanya kebaikan yang dibalas Allah terhadap segala amal kita, maka ketidakbaikan kita juga akan dibalas berlipat ganda oleh Allah. Karena itu, merugilah kita sebagai manusia jika kita hanya terfokus melakukan hal yang tidak baik. Memang tidak ada manusia yang sempurna. Tapi setidaknya ketidakbaikan yang sengaja atau tidak sengaja dilakukan itu dapat diimbangi dengan kebaikan-kebaikan yang kita lakukan.

Manusia belajar dari kesalahan. Jika sudah mengetahui bahwa kita salah, jika masih punya hati, tentu kita akan berubah sedikit demi sedikit. Bisa saja jika kita mau. Bisa saja jika kita bertekad untuk berubah ke arah yang lebih baik. Tapi kembali, tergantung kepada niat.

Jika kita tanamkan niat itu dalam-dalam ke dada, Insya Allah apa yang kita inginkan pasti akan terwujud. Jika kita melekatkan niat baik itu serekat-rekatnya di dalam hati, insya Allah Dia akan memberikan kemudahan kepada kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Kita sering lupa, Ada sang Maha Segalanya yang selalu mengawasi kita. Sebagai manusia, sebagai umat Nabi Muhammad yang katanya paling lemah imannya, bisikan-bisikan setan itu terkadang membuat manusia itu terlena.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,67 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Sri Wahyuni
Pengamat pendidikan dan Guru Muda SGI V Dompet Dhuafa (http://www.sekolahguruindonesia.net/). Saat ini penulis ditempatkan di Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Menjemput Baiknya Kematian

Organization