Home / Berita / Nasional / Yenny Wahid: Posisi NU Terpecah di Pilpres 2014, Keluarga Gusdur Netral

Yenny Wahid: Posisi NU Terpecah di Pilpres 2014, Keluarga Gusdur Netral

Putri Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid. (lensaindonesia.com)
Putri Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid. (lensaindonesia.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  – Anak almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau Yenny Wahid mengatakan posisi Nahdlatul Ulama (NU) di pilpres nanti sudah terpecah dan tidak solid lagi.

Hal ini ditunjukkan dengan masuknya beberapa tokoh NU dalam tim pemenangan dua pasangan capres-cawapres, Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta.

“Tidak juga orang NU yang dukung ke Jokowi, buktinya Ketua PBNU Pak Said Aqil juga mendukung Prabowo. NU terpecah karena itu keluarga Gus Dur ingin mengayomi semua,” ujar Yenny di Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (31/5/2014).

Menurutnya, selain para tokoh-tokoh NU yang terpecah, masyarakat di bawah yang menghormati para tokoh itu tersebut juga ikut terpecah menjadi dua kubu.

Atas perpecahan ini Yenny sangat khawatir akan terjadinya konflik yang besar di pilpres atau saat kampanye nanti.

“Di masyarakat bawah itu terpecah. Sebab para tokoh seperti Khofifah, Nusron ke Jokowi. Selain itu Pak Said Aqil dan Pak Mahfud MD ke Prabowo jadi akar rumput ini bingung,” terangnya.

Yenny juga menyebut kalangan masyarakat NU banyak yang menyayangkan sikap para tokoh NU yang menjadi tim sukses kandidat capres. Namun Yenny memahami para tokoh NU memiliki pilihan politik masing-masing.

“Kita berprasangka baik, keberpihakan itu untuk mencari solusi, tapi ada akibatnya yaitu terpecah-pecah,” ujarnya. (lnilah/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Pendiri NU dan Muhammadiyah ini ternyata menimba ilmu pada guru yang sama. (inet).  (republika.co.id)

Kisah Persahabatan KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan