Home / Narasi Islam / Sosial / Virus Pemecah-Belah Umat

Virus Pemecah-Belah Umat

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (Inet)
Ilustrasi (Inet)

dakwatuna.com – Sahabat-sahabat sekalian, sungguh mirisnya kalau kita harus berpecah disebabkan oleh perbedaan pendapat. Karena, dalam agama kita, perbedaan adalah bagian dari rahmat Allah. Perbedaan itu indah kalau kita memahami. Inilah sebabnya, kenapa Khalifah Umar bin Abdul Aziz pernah berkomentar, “Saya tidak suka. Kalau sekiranya sahabat-sahabat Rasulullah dulu tidak berbeda pendapat.”

Generasi pertama umat Islam pun tidak terlepas dari perbedaan pendapat. Namun, mereka mampu mengatasi kerusakan disebabkan oleh perbedaan pendapat itu. Mereka lebih mengutamakan iman yang sama. Sehingga, antar sesama muslim terjalin persaudaraan hakiki.

Barangkali, banyak dari kita yang sudah terkena virus pemecah-belah umat ini, yaitu virus fanatisme. Sehingga, merasa benar sendiri. Sifat ini akan menjadikan seseorang merasa bahwa kelompoknya sajalah yang benar. Sementara, kelompok lain sudah pasti salah. Padahal, kenyataannya bisa saja terbalik.

Lagi-lagi, saya harus menghimbau kepada sahabat-sahabat sekalian. Milikilah ilmu tentang perbedaan pendapat. Agar kita mampu menjalani kehidupan ini dengan keindahan. Agar kita terhindar dari kerusakan, perpecahan, dan perang sesama saudara.

Saya harus berkali-kali merasa sedih. Pasalnya, kerap terjadi perdebatan-perdebatan yang menurut saya tidak berguna. Kenapa? Karena yang menjadi tujuan dalam perdebatan itu adalah keinginan untuk menjadi yang paling benar. Bukan untuk menemukan kebenaran. Banyak saudara-saudara kita yang serius berdebat setiap hari, tapi tidak ada hasil selain kesenjangan yang kian lama kian melebar.

Saya selalu berusaha mengingatkan, agar kita memperhatikan setiap hal yang terbersit di dalam benak kita. Tidak semua itu harus diutarakan dengan lisan. Ada batasan-batasan yang harus kita perhatikan. Dan, kita tidak akan memahami hal itu kecuali kita punya ilmu tentang perbedaan pendapat.

Pernah seorang teman, yang agamanya non-Islam bertanya pada saya, “Apa memang setiap saat selalu ada perbedaan pendapat di dalam agama kalian?”

Saat itu, saya hanya bisa menjawab, “Saya yakin, di dalam agama mana pun, selalu ada perbedaan pendapat. Cara menyikapinya saja yang harus diperhatikan. Mungkin pula, orang yang kamu dengar berdebat itu belum memiliki ilmu tentang menyikapi perbedaan pendapat.”

Alangkah indahnya kalau ilmu menyikapi perbedaan pendapat ini ada pada benak kita. Mudah-mudahan dengannya, suasana persaudaraan dalam iman kita semakin indah.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mhd Rois Almaududy
Mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan USU. Ketua Al-Fatih Club. Murid. Penulis. Beberapa karyanya yang sudah diterbitkan; Istimewa di Usia Muda, Beginilah sang Pemenang Meraih Sukses, Cahaya Untuk Persahabatan, dan lain-lain

Lihat Juga

Prabowo Subianto. (itoday.co.id)

Menyikapi Objektivitas Jusuf Kalla Terhadap Prabowo

Organization