Home / Berita / Internasional / Afrika / Intifadhah Kedua Menentang Kudeta Militer dari dalam Penjara di Mesir

Intifadhah Kedua Menentang Kudeta Militer dari dalam Penjara di Mesir

Politik tangan besi membungkam demokrasi di Mesir (islammemo.cc)
Politik tangan besi membungkam demokrasi di Mesir (islammemo.cc)

dakwatuna.com – Mesir. Sekitar 20 ribu warga Mesir penentang kudeta yang ditahan oleh aparat keamanan mengumumkan aksi mogok makan dimulai pada Jumat ini (30/5/2014), yang dinyatakan sebagai gelombang kedua aksi intifadhah dari dalam penjara menentang kudeta militer di Mesir.

Sebagaimana disebutkan Direktur LSM Dhahaya (Korban Kekerasan), Haitsam Abu Khalil, para aktivis yang ditawan akan memulai aksi mogok makan selama seminggu di dalam sekitar 114 penjara di seluruh Mesir.

Tujuan dari aksi makan tersebut adalah agar penderitaan para aktivis di dalam penjara akibat berbagai tindak kekerasan aparat dapat diketahui dan di dengar oleh berbagai pihak di luar penjara.

Aksi tersebut bertujuan juga untuk menekan rezim penguasa agar menghentikan berbagai kekerasan dan politik tangan besi yang digunakannya terhadap kelompok oposisi di Mesi.

Dalam hal ini, rezim militer telah menggunakan politik tangan besi untuk membungkam pihak-pihak yang menentangnya sejak kudeta militer terhadap Presiden Mursi pada 3 Juli 2013 lalu. (islammemo/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Intifadhah Al-Quds Berlanjut, Pemuda Palestina Tikam Penjajah Israel