Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Mesra Remang Malam

Mesra Remang Malam

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Ketika alam mulai lelap dalam kesunyian

Ia senyap bak tak berpenghidupan

Terdengar sayup suara jangkrik mengerik

Sahutan katak mengorek berzikir memuji asma Tuhan
Kumencoba bangkit dari peraduan

Memaksa membelalakkan mata yang mulai lelah terpejam
Kumencoba merasakan ketenangan dalam kepekatan
Kurasakan belaian kemesraan

Dipadukan dengan remang cahaya rembulan
Bersama kekasih yang telah terlalu lama kutinggalkan

Terkubur bersama angan-angan tipu daya setan yang melenakan
Kini, aku tahu dan mulai tersadar
Kenapa malam ada dan diciptakan?
Kenapa alam tak hanya dihiasi dengan siang?

Benar ungkapan sang imam, “Seadainya matahari berdiam. Terpaku di ufuk tanpa dipergilirkan.

Penat, jenuh dan membosankan bagi orang arab maupun orang ajam”. Begitulah as-Syafi’i memberi  pelajaran
Malam adalah pengaduan
Dan bangkit dari kehampaan, dari kesia-siaan
Di sana, kita akan temukan jawaban
Nikmati malam-malam nan panjang
Jangan hanya kau gunakan untuk dengkuran demi dengkuran

Di ujung sana kau sudah dinantikan
Oleh kekasihmu, Tuhanmu Yang Maha Menyaksikan

Maha Memberi Ampunan

 

Ini janji Tuhan Ilahi Rabbi, “Waminal Laili Fatahajjad Bihi”

Dan dari sebagian malam, bangkitlah dari tidur-tidur panjang

Bertahajudlah di gelap nan pekatnya malam

Niscaya kau akan rasakan dekapan

kehangatan dan belaian kemesraan bersama Tuhan

“’Asa an Yab’atsaka Rabbuka Maqoman Mahmuda”

Niscaya Ia akan memberi  tempat yang tinggi nan terpuji

Di sisi-Nya kelak, di hari ketika semua makhluk tak bernyali

 

Tidakkah Tuhanmu selalu berseru!

“Adakah hambaku yang mengadu?”

“Adakah di antara mereka yang kembali kepada-Ku?”

“Aku akan ampuni dosa-dosanya!”

“Aku akan penuhi permintaannya!”

 

Bila hamba-Ku mendekat dengan berjalan kaki

Aku akan mendekatinya dengan berlari

Bila seorang hamba mendatangi-Ku hanya sehasta

Aku hampiri mendekat sedepa
Di sepanjang malam nabimu berdiri

Demi menjemput dan merengkuh janji Ilahi

Tak ayal hingga bengkak kedua kaki

Begitulah ‘Aisyah mencerita Ibadah Nabi
“Showwam Qowwam” gelar dari Yang Maha Rahman

Puasa sepanjang siang, berdiri qiyam sepanjang malam”

Bangkit segera dan renungkan!

Untuk bekal kita di akhir kehidupan

 

Apa yang sudah kita lakukan?
Untuk hari ini, untuk esok dan masa depan

Untuk menuju surga yang menawan

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Muhammad Khumaidi
Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta, aktif di beberapa kajian keislaman, pembinaan remaja dan kepemudaan di kota Solo.

Lihat Juga

Cinta Sebagai Energi Kemenangan