Home / Berita / Silaturahim / APII Gelar Kajian Peran Strategis Pemuda dalam Membangun Bangsa

APII Gelar Kajian Peran Strategis Pemuda dalam Membangun Bangsa

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Poster Kajian "Peran Strategis Pemuda dalam Membangun Bangsa". (Syarif Hidayatullah)
Poster Kajian “Peran Strategis Pemuda dalam Membangun Bangsa”. (Syarif Hidayatullah)

dakwatuna.com Sebagai bentuk pencerdasan pemuda muslim terhadap bangsa, APII di bawah naungan AQL Islamic Center dalam rangkaian Islamic Book Fair Masjid Raya Pondok Indah, mengadakan kajian yang bertema “Peran Strategis Pemuda dalam Membangun Bangsa” pada hari Senin lalu (26/5/2014). Acara yang diadakan di ruang utama Masjid Raya Pondok Indah tersebut diisi oleh Presiden APII, Agastya Harjunadhi dan DR. Saiful Bahri.

Kajian dibuka oleh Agastya yang menjelaskan tentang Pemuda dan Perubahan. Agastya menjelaskan tentang tantangan yang akan dihadapi oleh pemuda Islam di Indonesia dewasa ini. Indonesia yang notabene merupakan negara makmur dan besar, kini kedaulatannya perlu dipertanyakan. “Bahkan untuk mengurus perizinan penerbangan di Indonesia, mengurusnya harus di Singapura. Kita bahkan tidak berdaulat dengan kedaulatan udara kita sendiri” ujar Agastya di dalam penjelasannya yang berkobar-kobar.

Agastya juga mengingatkan kepada pemuda yang datang bahwa dalam dunia politik erat kaitannya dengan konspirasi. Tidak ada kejadian yang terjadi secara kebetulan, ketika sesuatu terjadi maka itu telah dirancang jauh sebelumnya. Di akhir sesi, Agastya mengajak para pemuda untuk bersatu dan berkontribusi untuk mempertahankan negara Indonesia dengan meningkatkan kapasitas dan kualitas diri.

Sesi kedua diisi oleh Ustadz Saiful Bahri yang menjelaskan tentang hubungan Pemuda dengan Produktivitas. Saiful Bahri menjelaskan betapa pentingnya waktu di kehidupan manusia, hingga Allah bersumpah atas nama waktu.

Masa muda dijabarkan oleh Ustadz Saiful Bahri sebagai masa dengan penuh potensi. Pada saat muda, manusia memiliki kekuatan fisik, masih memiliki obsesi yang besar, inspiratif, imajinatif, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Pemuda juga menyukai tantangan dan cenderung kompetitif daripada generasi tua. Mereka membuktikan jati diri mereka, meski cenderung mengesampingkan risiko, dan kadang berbuat nekat. Ustadz Bahri menambahkan bahwa SDM pemuda harus didukung perkembangannya dengan keluarga yang harmonis dan kondusif, institusi pendidikan yang baik, dan pergaulan yang sehat.

Sesi acara APII ditutup pada pukul setengah dua belas, kemudian dilanjutkan dengan istirahat sebelum qiyamul lail dan tausiyah ba’da subuh oleh Aa Gym esok harinya.  (dakwatuna/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Syarif Hidayatullah
Anggota Tim Media Aliansi Pemuda Islam Indonesia (APII).

Lihat Juga

Kapri Nanda. (Facebook)

Ditangkap Polisi, Ini Pengakuan Pemuda yang Berpose Hendak Injak Alquran