Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Seputar Arah Kiblat

Seputar Arah Kiblat

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (abdisuhamdi.wordpress.com)
Ilustrasi. (abdisuhamdi.wordpress.com)

dakwatuna.com Segala puji bagi Allah, Dzat yang menegakkan langit, dan menghamparkan bumi, dan menjadikan matahari dan bulan berada di tempat peredarannya untuk menjadi petunjuk bagi manusia.

Sebenarnya, tulisan ini hanyalah menjawab mengenai beberapa pertanyaan yang telah dilontarkan pada bahasan “Momen yang Tepat untuk Mengoreksi Arah Kiblat, 28 Mei dan 16 Juli 2014”. Mayoritas menanyakan adalah mengenai dalil-dalil yang digunakan mengenai bahasan tersebut.

Bagi saya sendiri, dalil yang saya gunakan adalah untuk menghindari dari ilmu-ilmu yang tidak bermanfaat dan merupakan tanggung jawab mengenai ilmu yang sedang saya geluti.

“Sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.” (Al-Baqarah: 146)

“Dan janganlah engkau menyembunyikan kesaksian. Sebab perlakuan seperti itu hanyalah atas orang yang berdosa (sakit) jiwanya.” (Al-Baqarah: 283)

“Siapa saja yang mengetahui suatu ilmu, lalu menyembunyikannya dari sisi manusia, maka Allah akan mengalungkan pada lehernya tali kekang yang terbuat dari api neraka pada Hari Kiamat.” (HR. Imam Abu Dawud, Imam Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Imam Al-Hakim)

Dalil Al-Quran dan Hadits Berkaitan Arah Kiblat

“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” (Al-Baqarah: 144)

Dan Rasulullah telah bersabda,

Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Telah bersabda Nabi SAW, “Apabila kamu akan mendirikan shalat maka hendaklah kamu sempurnakan wudhu kemudian menghadap (ke) kiblat lalu bertakbirlah.”” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bukankah Allah telah menciptakan langit, matahari, dan bumi dengan perhitungan yang tepat sehingga dengan perhitungan itu bisa dimanfaatkan sebagai petunjuk untuk arah, salah satunya arah kiblat?

“Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.” (Al-An’am: 96-97)

“… Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-An’am: 38)

Dalil yang lain adalah juga untuk menghindari perkara yang membuat kita ragu-ragu ketika muncul di dalam pikiran, “Ke mana arah kiblat yang sebenarnya? Sedangkan Indonesia adalah jauh dari arah kiblat?”

Sebagian orang telah mengetahui hadits yang shahih tertuang di dalam Syarah Kitab Arba’in,

Abu Muhammad Al-Hasan bin Ali bin Abu Thalib RA, cucu kesayangan Rasulullah SAW berkata, Aku hafal sabda Rasulullah saw, “Tinggalkan perkara yang meragukanmu dan kerjakan perkara yang tidak meragukanmu.” (HR. Tirmidzi dan Nasa’i, Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan shahih”)

Sesungguhnya, aku berlindung kepada Allah dari ilmu yang tidak bermanfaat.

Wallahu A’lam. Jika terdapat kebenaran, itu petunjuk dari Allah. Jika terdapat kesalahan, itu dari kesalahan saya sendiri.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Hanya seorang manusia yang berasal dari Adam, dan Adam berasal dari tanah. Jika aku benar, ikutilah. Jika aku salah, luruskanlah

Lihat Juga

Hari ini, Umat Islam Dunia bisa Mengecek Arah Kiblat