Home / Berita / Opini / Menyikapi dan Memilih Jokowi dan Prabowo

Menyikapi dan Memilih Jokowi dan Prabowo

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Pasangan Capres dan Cawapres yang akan mengikuti Pilpres 2014 - (lensaindonesia.com)
Pasangan Capres dan Cawapres yang akan mengikuti Pilpres 2014 – (lensaindonesia.com)

dakwatuna.com – Jokowi adalah muslim, terlepas dari kadar keislaman dan pemahamannya terhadap Islam, dia punya kelebihan. Kelebihannya sudah sering diumbar oleh para pendukungnya di berbagai media. Semoga Allah Ta’ala memberikannya balasan yang setimpal.

Prabowo juga seorang muslim, terlepas dari kadar keislaman dan pemahamannya terhadap Islam, dia juga punya kelebihan. Kelebihannya pun juga sering diberitakan para pendukungnya di berbagi media. Semoga Allah Ta’ala memberikannya balasan yang setimpal.

Janganlah kelebihan kedua orang ini membuat masing-masing pendukung buta mata, mati akal, dan kerasnya hati, sampai membela keduanya secara membabi buta dan serampangan, hingga mendudukannya sekelas nabi.

Jokowi adalah seorang manusia, maka dia punya banyak kekurangan dan kesalahan. Sebagaimana kekurangannya itu disebarkan oleh lawan-lawannya juga melalui berbagai media. Semoga Allah Ta’ala mengampuninya atas kekurangan dan kesalahannya itu, dan mau menerima taubatnya jika dia bertaubat, karena ampunan-Nya begitu luas.

Prabowo juga seorang manusia, maka dia punya banyak kekurangan dan kesalahan. Sebagaimana kekurangannya itu juga disebarkan oleh lawan-lawannya melalui berbagai media. Semoga Allah Ta’ala mengampuninya juga, dan mau menerima taubatnya jika dia bertaubat, karena ampunan-Nya begitu luas.

Janganlah kekurangan dan kesalahan kedua orang ini membuat lahirnya mata kebencian dari pendukung masing-masing, lalu olok-olok, caci maki, serapah, dan fitnah, sampai mereka menjadikan lawannya sekelas setan.

Pujilah yang perlu dipuji, dan kultus bukanlah pujian…

Kritiklah yang perlu dikritik, dan fitnah bukanlah kritikan…

Pilihlah salah satu di antara mereka berdua, bukan karena benci dan cinta buta kepada pribadi, tapi karena ingin membangun negeri Indonesia, bumi Allah, bumi kaum muslimin…

Kita harus memilih salah satunya, karena tidak mungkin memilih keduanya sekaligus, tidak mungkin pula membiarkan keduanya sekaligus…

Ketika kita memilih A, bukan karena membenci dan memusuhi B, bukan pula karena B tidak cakap dan tidak mampu….

Ketika kita tidak memilih B, bukan karena A lebih jago, cakap dan mampu dibanding B. Karena selama keduanya masih “Capres” maka keduanya sama-sama belum teruji kemampuannya sebagai Presiden. Namanya juga calon, belum ngapa-ngapain, baru rencana dan impian.

Ketahuilah, cinta secara ekstrem itu buruk, dan benci secara ekstrem juga zhalim. Posisikanlah kedua Capres ini sebagai manusia biasa. Bukan malaikat, nabi, apalagi Rabb semesta alam. Tapi jangan pula posisikan mereka seperti setan yang jahat.

Bagi seorang muslim, al- Quran dan as- Sunnah adalah panduan, kapan pun dan di mana pun, dan dalam hal apa pun. Keduanya adalah pegangan hidup yang telah bergaransi anti sesat dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Pilihlah Capres yang lebih kecil keburukannya, ketika kita tahu semuanya memiliki keburukan. Sesuai kaidah irtikab akhafu dhararain (menjalankan kerusakan yang lebih ringan di antara dua kerusakan).

Pilihlah Capres yang lebih berpihak dan mengajak kepada shirathal mustaqim, Islam, dan al-Quran, yang semakin membuat kita dekat dengan Allah Ta’ala, bukan justru semakin jauh dari Allah Ta’ala dan agama, hura-hura dan maksiat, ketika kita mengetahui bahwa kedua Capres ini pasti memiliki goal setting dalam hidup mereka. Sesuai firman-Nya, “Inna Haadzal Quran Yahdi Lillati Hiya Aqwam,” (Sesungguhnya al-Quran memberikan petunjuk ke jalan yang lebih lurus).

Pilihlah Capres yang lebih dicintai ulama dan dekat dengannya, mereka pun juga mencintai ulama dan menjadikan ulama sebagai tempat bertanya. Bukan hanya ketika kampanye saja, bukan pula sowan kepada musuh-musuh agama, ketika kita tahu bahwa ulama lebih paham tentang standar baik dan buruk, benar dan salah, dibanding orang kebanyakan. Sesuai firman-Nya, “Fas’aluu Ahlaz Zikri Inkuntum Laa Ta’amun,” (Bertanyalah kepada ulama jika kalian tidak mengetahui). Juga sabda nabi, “Al-mar’u ‘Alad Diini Khaliilih,” (Keadaan agama seseorang tergantung siapa kekasihnya).

Pilihlah Capres yang di sekelilingnya berkumpul ahlul khair (pelaku kebaikan), bukan ahlul ma’shiyah (pelaku maksiat), ahlut thaa’ah (taat) bukan ahlul hawa (penyembah hawa nafsu). Sesuai sabda nabi, “Al Arwaahu Junuudun Mujannadah,” (Sesungguhnya jiwa-jiwa itu akan berkomunitas dengan orang yang setipe dengannya).

Pilihlah Ccapres yang track record-nya jujur bukan pendusta. Karena nabi bersabda, “‘Alaikum Bish Shidqi Inna Shidqa Yahdi Ilal Birr Wal Birru Yahdi Ilal Jannah,” (Hendaknya kamu jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa kepada surga).

Pilihlah Capres yang track record-nya bukan pendusta, karena berdusta adalah penyakit jiwa yang sulit sembuhnya. Ketika sudah terbiasa berdusta, maka korbannya bukan lagi satu manusia tapi satu negeri. Karena nabi bersabda, “Wa Iyyakum Wal Kadzib, Innal Kadziba Yahdi Ilal Fujuur Wal Fujuur Yahdi Ilan Naar,” (Takutlah kamu terhadap dusta, karena dusta membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membawa kepada neraka).

Pilihlah Capres yang mampu menjaga amanah bukan mengkhianatinya. Karena Allah Ta’ala berfirman, “Yaa Ayyuhalladzina Amanuu Awfuu Bil ‘Uquud,” (Wahai orang-orang beriman penuhilah janji-janji kalian). Firman-Nya juga, “Laa Takhuunullah wa Rasuul wa Takhuunuu Amanaatikum wa Antum Ta’lamun,” (Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan mengkhianati amanah yang ada pada kalian dan kalian sendiri tahu hal itu).

Pilihlah Capres yang mampu bekerja secara genuine bukan dibesar-besarkan, dan puja puji oleh media semata, sebab kita memilih Presiden bukan aktor sandiwara.

Pilihlah capres yang kuat dan pemberani, itu modal untuk keselamatan negaramu dari serangan asing, dan modal perlindungan untuk rakyatnya.

Selamat memilih!! Semoga Allah Ta’ala memberkahi.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (42 votes, average: 8,71 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Farid Nu'man Hasan
Lahir di Jakarta, Juni 1978. Alumni S1 Sastra Arab UI Depok (1996 - 2000). Pengajar di Bimbingan Konsultasi Belajar Nurul Fikri sejak tahun 1999, dan seorang muballigh. Juga pengisi majelis ta'lim di beberapa masjid, dan perkantoran. Pernah juga tugas dakwah di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, selama dua tahun. Tinggal di Depok, Jawa Barat.
  • RoKhim Dkp

    Obat yg cespleng bg yg msh bingung milih..

  • Wiwid Rahayu

    media dakwah kok berpolitik. ini pasti yang nulis dari orang 2D. tipenya
    suka mengada2, pendengki, secara halus sehalus dajjal menghasut.

    harus
    di ingat. “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan
    purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa.
    Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan
    satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging
    saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.
    Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat
    lagi Maha Penyayang”. (QS. Al Hujurat:12)

    • Bocah Ganteng

      Dakwah itu ya politik, politik ya dakwah … belajar Islam gak sih? Ini muslimah apa musingin?

      • Shiddiquester II

        Ah, Masa ??
        Kok Agama larinya ke Politik ??

        • Bocah Ganteng

          he he inget Rieke oneng yg tiba2 berkerudung pas pilgub kemarin, biasnaya anti Islam, eh tau2nya kalah … buka lagi kerudungnya. Ini namanya menjadikan agama sbgai komoditi …

          jokowi yg tiba2 menggunakan shalawat di pembuka pidato, lalu disebarkan foto2 sdg shalat, … ini namanya menjual agama utk politik

          Tp kalo ada org yg sehari2nya sudah berjilbab, berislam dgn baik, lalu mereka ikut berperan dlm politik itu namanya memperluas spektrum amal shalih krn politik juga ladang amal soleh … ngerti ora?

          Sejak kapan Islam mengharamkan politik bro ?

    • Sejuki

      Nabi Muhammad saw juga berpolitik. Tanpa berpolitik tujuan da’wah tidak akan bisa terwujud. Berpolitik adalah alat utk mencapai tujuan. Berfikirlah cerdas dan kaffah bro. Jangan berfikiran sempit apalagi berlagak kayak orang bodoh dg pake bawa-bawa ayat-ayat Allah segala. Ayat itu lepas konteks bro.

    • Hhahahaha, postingan bagus begitu koq dikritik.
      Semuanya saling berkaitan lah, gak bisa dipisahkan.
      Bila perlu semua hal di dunia ini berlandaskan agama, dengan mengacu kepada Al-Qur’an dan Hadits.
      Coba bayangkan apa jadinya kalo politik tidak dilandasi dengan Islam (dalam hal ini dakwah) ?

    • Bunda Abrisam

      istighfar ukhti prasangkaan anty buruk sekali menuduh ustdz nu’man pendengki

  • Bocah Ganteng

    two thumbs !! … nasihat sangat bijak dan pertengahan ….

  • Guest

    mantap. nasihatnya sih sepertinya mengarah ke salah satu calon ya :)

  • Daeng Hidayat

    InsyaAllah, Pilihan saya Prabowo & Hatta Rajasa. Yang punya calon lain Monggo..
    @Dakwatuna: Teruslah berani untuk mensyiarkan hal apapun demi Kejayaan Islam dan kebaikan ummat.

  • okabasi doma

    Dua CAPRES ini ( Joko Widodo dan Prabowo Subiyanto) adalah MUSLIM,dan dalam menetapkan pilihannya, terlihat jelas dan sudah barang tentu para ustadz, u l a m a, guru ngaji, kiyai kiyai, mursid murid, da’i da’i , umat Islam terpecah menjadi dua kelompok: kelompok PRO JOKOWI dan yg PRO PRABOWO SUBIYANTO.

    PILPRES 2014, berpijak diatas METODE(cara, model) yg dibuat dan disusun UNTUK MEMBENTURKAN UMAT ISLAM diseluruh permukaan bumi, sekali lagi. membentur-benturkan umat Islam. Sayangnya, umat Islam dari yg awam -teramat awam– hingga kaliber pakar, terhanyut tanpa daya oleh metode yg sangat KEJAM ini.

    Metode PILPRES seperti ini, bersumber dari metode kapitalisme dimana materi adlah tuhannya, sehingga cukup jelas dilihat mata telanjang, Uang segalagalanya, maksudnya Tanpa uang ( yang tuhannya kapitalis) seseorang TIDAK MUNGKIN menjadi Presiden, walau akidah Islamnya, moral akhlaknya setara para sahabat Rasulallah saw., sebaliknya, seseorang yg kuat uangnya(materinya), justru berhasil sukses menjadi Presiden, walau moral akhlak tidak seperti yg dikehendaki oleh Islam.

    Menguraikan topik ini dengan uraian yg jelas dan gamblang, tentu tidak mungkin ditempat kolom komentar ini, namun yg sudah pasti, saat ini, di Indonesia, Umat islam sedang diadu domba, dibenturkan kepalanya sesama muslim, yg pada ujungnya diharapkan umat Islam di negeri ini LOYO dan MELARAT, dan menjadi manusia munafiq(anti Islam), oleh kekuatan yg menamakan dirinya MUSUH/LAWAN umat Islam dengan doktrin doktrinya, paham pahamnya, antara lain, KAPITALISME,KOLONIALISME, IMPERIALISME, dan lainnya yg semua bertentangan DOKTRIN ISLAM
    Selanjutnya, bagaimana menyikapi peristiwa PILPRES 2014 tahun ini.

    Pilihlan salah satu PRESIDEN (kita) yg semuanya MUSLIM, dengan mohon pertolongan Tuhan : yakni melaksanakan dua rakaat shallat Istikaroh. Tanpa melalui ini anda TERSESAT.

  • heru kasjono

    maaaf beribu maaf, dangkal sekali ilmu Agama nya Wiwid Rahayu !!!!dan selalu berprasangka buruk thd ulama, ustdz dan muslim …..

Lihat Juga

Surat Kabar Amerika Shock Berat dengan Kemenangan Trump