Home / Berita / Nasional / Hari ini, Umat Islam Dunia bisa Mengecek Arah Kiblat

Hari ini, Umat Islam Dunia bisa Mengecek Arah Kiblat

Kabah (Ilustrasi). (archive.4plebs.org)
Kabah (Ilustrasi). (archive.4plebs.org)

dakwatuna.com – Jakarta. Umat muslim di seluruh dunia hari ini bisa melakukan pengecekan arah kiblat. Untuk Indonesia tepat pukul 16.18 WIB, bisa dicek arah kiblat di rumah di mushalla, atau di masjid, apakah sudah mengarah ke Ka’bah.

Dikutip dari berbagai sumber, Rabu (28/5/2014) disebutkan sudah sejak 1.000 tahun terakhir pengecekan kiblat ini dilakukan. Hari ini matahari tepat berada di atas Ka’bah, jadi bayangan di manapun pasti menghadap ke arah Ka’bah.

Selain hari ini, hari lainnya yakni setiap 16 Juli tepat pukul 16.27 WIB. Untuk tahun kabisat, tanggalnya bisa dimajukan satu hari dengan jam yang sama.

Pada dua hari yang disebut hari kiblat dunia, matahari tepat di “balik” Ka’bah (antipoda), di mana bayangan matahari pada waktu tersebut juga mengarah ke Ka’bah.

Lebih jelasnya lagi, pada hari kiblat ini, Matahari akan berkulminasi di atas Ka’bah, dan arah terjadinya bayang Matahari terhadap suatu benda lurus merupakan arah kiblat. Dalam rentang ini Matahari akan menyapu (menyinari) daerah-daerah yang memiliki Lintang (φ) antara 23,5º LU dan 23,5º LS.

Di Indonesia, fenomena ini biasa disebut dengan ‘istiwa’ a’zham’ atau ‘rashdul qiblah’. Lalu dari mana asal mula penghitungan berdasarkan astronomi ini?

Adalah ilmuwan muslim ahli astronim dan matematika Al Biruni sekitar tahun 1.000 masehi yang melakukan penghitungan ini. Dia yang mempelajari dan memperhitungkan dengan tepat soal penghitungan soal hari kiblat ini. Apa yang disampaikan Al Biruni ini semakin dikuatkan ilmuwan muslim lainnya ada Al Khazin dan juga Nasir Al Din Tusi.

Seperti disampaikan Wakil Rois Syuriah PWNU Jateng, KHM Dian Nafi, sebagai akibat dari peredaran semu perlintasan matahari maka setiap tahun selalu terjadi peristiwa di mana matahari tepat di atas kawasan tertentu di bumi pada jam tertentu pula.

“Dalam tradisi muslim disebut yaumu rashdil qiblat (hari penetapan kiblat). Nanti pada pukul 16.18 WIB seluruh bayangan benda tepat mengarah ke Ka’bah. Biasanya akan digunakan oleh kalangan muslim, terutama muslim tradisional, untuk membenahi lagi arah kiblat masjid karena kemungkinan setiap saat ada pergeseran di bumi yang ikut menggeser kiblat yang sebelumnya telah lurus, misalnya akibat gempa bumi dan sebagainya,” papar Gus Dian. (detik/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (17 votes, average: 9,35 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ilustrasi. (collegeaffairs.in)

Membentuk Karakter Pemimpin yang Islami Sejak Dini