Home / Berita / Internasional / Asia / Ini Dia Negara dengan Jumlah Yahudi Terbesar di Dunia

Ini Dia Negara dengan Jumlah Yahudi Terbesar di Dunia

Penduduk Yahudi (ilustrasi).  (telegraph.co.uk)
Penduduk Yahudi (ilustrasi). (telegraph.co.uk)

dakwatuna.comOrang Yahudi, walau jumlahnya sangat sedikit di dunia ini, ternyata sekarang ini sudah cukup menyebar di beberapa negara. Di mana paling banyak?

Di negara mana orang-orang Yahudi di luar Israel, yang jumlahnya paling banyak? Dan bagaimana dampaknya? Selama ini banyak yang tidak memiliki data dan mengetahui peta demografis orang-orang Yahudi di seluruh dunia.

Dan, nampaknya jumlah keberadaan orang-orang Yahudi itu, jumlah mereka, sebanding lurus dengan pengaruh mereka didalam berbagai bidang kehidupan.

Data-data ini dapat memberikan sebuah gambaran yang mendalam pada tingkat kebijakan setiap negara, yang berkaitan dengan politik, ekonomi, perdagangan, pertahanan-keamanan, budaya dan ilmu pengetahuan, teknologi-informasi, dan bahkan bidang pertanian.

Semakin banyak jumlah orang Yahudi di sebuah negara, semakin kuat pengaruhnya terhadap aspek-aspek kebijakan pemerintahan di sebuah negara. Ini sudah menjadi fakta yang sifatnya umum.

Negara-negara yang jumlahnya penduduk Yahudi cukup banyak, maka negara itu sudah betul-betul berada dalam ‘genggaman’ golongan Yahudi.

Karena, mereka membangun jaringan yang sangat kuat, berdasarkan hubungan darah (ras), ideologi (agama), dan kepercayaan atau mitos bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa pilihan ‘Tuhan’.

Inilah gambaran peta demografis orang-orang Yahudi di seluruh dunia, setidaknya data ini, memuat sepuluh negara, yang paling banyak penduduknya orang Yahudi :

Tentu, yang pertama Israel, yang jumlah penduduknya 5.313.800 (40% dari total populasi Yahudi dunia). Di luar Israel, sepuluh negara yang jumlah Yahudinya paling banyak adalah :  Amerika jumlah Yahudi 5.275.000 jiwa (40% dari total populasi dunia), Perancis jumlah Yahudi 491.000 jiwa (3.8% dari total populasi Yahudi dunia), Canada jumlah Yahudi 373.000 jiwa (2.9% dari total populasi Yahudi dunia), Inggris jumlah Yahudi 297.000 jiwa (2.3% dari total populasi Yahudi dunia), Rusia 228.000 jiwa (1.7% dari total populasi Yahudi dunia), Argentina jumlah Yahudi 184.000 jiwa (1.4% dari total populasi Yahudi dunia), German jumlah Yahudi 118.000 jiwa (0,9% dari total populasi Yahudi dunia), Australia jumlah Yahudi 103 jiwa (0,8% dari total populasi Yahudi dunia), dan Brazil jumlah Yahudi 96.000 jiwa (0,7% dari total populasi Yahudi dunia).

Dari data ini golongan Yahudi yang paling banyak diluar Israel, yaitu di Amerika yang jumlahnya mencapai 5.275.000 jiwa (40% dari total populasi Yahudi dunia), maka Amerika sebagai negara ‘super power’, yang mempunyai pengaruh secara global, baik dibidang ekonomi, perdagangan, pertahanan-keamanan, dan berdampak sangat luas.

Di Amerika yang sangat terkenal adanya ‘lobby’ Yahudi, yang sangat berpengaruh seperti AIPAC dan JAC, yang semuanya mempengaruhi kehidupan nasional Amerika.

Jadi dengan jumlah golongan Yahudi yang banyak, dan sudah masuk dalam seluruh lembaga publik  yang ada di Amerika, maka melihat kondisi seperti ini, betapa Amerika sekarang ini, para pemimpin Israel sudah menganggap Amerika sebagai tanah air mereka.

Dan, Israel dengan mudah mendiktekan kebijakannya  terhadap negara dan pemerintah Amerika.

Selain itu, beberapa negara Eropa yang sangat strategis yaitu ‘Trioka’, Perancis, Inggris dan Jerman, terdapat populasi Yahudi yang besar (lihat jumlah daftar  Yahudi). Disamping Rusia yang sejak zamannya Tzar, orang-orang Yahudi sudah mempunyai pengaruh yang sangat penting dalam kehidupan politik Rusia. Bahkan, sebagian pemimpin politik dan ideolog Partai Komunis Rusia adalah Yahudi. Seperti Karl Marx, Lenin, Stalin dan lainnya. Bahkan, sekarang orang terkaya kedua di Rusia, Roman Abromovich, yang memiliki club sepakbola Chelsea, tak lain, adalah Yahudi.

Semua negara Barat, yang tergabung dalam kelompok G.8 (Kelompok Negara Industri), di negara mereka masing-masing terdapat jumlah Yahudi yang banyak, dan umumnya mereka mempunyai pengaruh yang sangat penting. Namun, semuanya yang menjadi ‘episentrum’ (pusatnya) adalah di Tel Aviv. Sedangkan, negara-negara lainnya, seperti Amerika, Perancis, Canada, Inggris, Rusia, dan Jerman, mereka hanya menjadi ‘proxi’ (tangan) Israel.

Lihat dalam kasus konflik di Timur Tengah, sejak hadirnya Israel di tahun 1948, sampai perang 1956, 1967, 1973, agresi Israel di Lebanon 1982, perang di Lebanon Lebanon Selatan 2006, dan terakhir agresi Israel ke Gaza, semua menggunakan ‘proxy’, negara yang sudah dibawah bayang-bayang Israel. Sampai kapan keadaan ini dapat berubah? Terutama terhadap penjajahan rakyat Palestina? (KNRP/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (63 votes, average: 9,05 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Arif

    Orang Yahudi paling banyak bukan di Israel, tapi di Palestina.
    * Secara politik, Indonesia tidak mengakui keberadaan Israel

  • Anton Akong

    ape negare kite mao di atur ama yahudiiiiii……….mangkenye besok ati2 klo milih capres n cawapres……….siape di belakang die2 oranggggg

  • Hatta Yuthafiga

    Bomb ae amerika @_@

Lihat Juga

Bersama ASPAC, UIN Syarif Hidayatullah Gelar Seminar 69 Tahun Pembagian Palestina