Home / Berita / Daerah / Indonesia Darurat Pornografi, Lawan dengan Kesehatan Reproduksi

Indonesia Darurat Pornografi, Lawan dengan Kesehatan Reproduksi

Ilustrasi - Tolak Pornografi (inet)
Ilustrasi – Tolak Pornografi (inet)

dakwatuna.com – Tangerang Selatan. Maraknya materi pornografi di internet menjadi ancaman yang mengerikan untuk kalangan perempuan dan anak Indonesia. Tapi bukan persoalan mudah memberantas industri pornografi.

“Dalam industri pornografi, uang dapat dikembalikan dengan mudah dan cepat. Apalagi, masyarakat Indonesia cenderung permisif terhadap berbagai produk pornografi. Ini berbahaya dan harus menjadi musuh bersama karena merusak moralitas anak bangsa,” jelas Adil Quarto dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dalam diskusi Publik bertema “Indonesia Tanpa Pornografi, Membangun Ketahanan Keluarga Melawan Pornografi” di Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (24/5/2014).

Dalam melawan pornografi, jelas Adil dibutuhkan langkah penanggulangan yang harus disinergiskan dengan semua pihak baik pemerintah dan kalangan masyarakat. Beberapa langkah yang dapat dijalankan yakni adanya pendampingan dari orang terdekat seperti keluarga, teman, dll,
memotivasi pecandu pornografi agar sembuh, keluar dari lingkungan/kebiasaan lama dan memaksimalkan hukuman terhadap pelaku sesuai UU yang ada.

“Selain itu, semua pihak harus membantu mengkampanyekan kesehatan reproduksi agar tercipta kesehatan mental dan pikiran sehingga penderita kecanduan porno dapat disembuhkan,” terangnya.

Sementara itu, Sekjen Aliansi Cinta Keluarga (AILA) Rita Soebagio menambahkan, rusaknya moralitas akibat pornografi sudah sangat masif dan masuk dalam ruang di rumah keluarga Indonesia. Saat ini, media baik media cetak, televisi dan media online banyak mempertontonkan konten pornografi sehingga Indonesia layak mendapatkan status darurat pornografi.

“Kuatnya materi pornografi melalui industri hiburan dan media dapat terjadi akibat riset pasar yang luar biasa dengan melibatkan banyak akademisi dalam dan luar negeri. Padahal pornografi sangat merendahkan derajat perempuan dan mengancam masa depan generasi muda,” tutupnya. (dakwatuna/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lihat Juga

Mohammad Natsir

Jas Bertambal; Mohammad Natsir, Mencintai Indonesia, Dicintai Negeri Asing

Organization