Home / Berita / Nasional / KPAI: Jangan Suguhi Anak-Anak Dengan Politik Murahan

KPAI: Jangan Suguhi Anak-Anak Dengan Politik Murahan

Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). (Deny/IRNews)
Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). (Deny/IRNews)

dakwatuna.com – Jakarta. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pihak-pihak yang berkontestasi dalam Pemilu Presiden 2014 tidak menyuguhkan tontonan politik murahan kepada anak-anak yang merupakan aset bangsa di masa depan.

“Sungguh, jangan pertontonkan kepada anak-anak Indonesia adegan politik murahan, yang sama sekali tidak mencerdaskan. Caci maki di depan kamera televisi, janji yang tak ditepati, tipuan tak berhenti, tirani dan intimidasi yang memburukkan rupa demokrasi,” kata Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh di Jakarta, Senin.

KPAI berharap pasangan bakal calon presiden-wakil presiden beserta pendukungnya menunjukkan bahwa pilpres adalah ajang berkompetisi untuk mengabdi kepada negara, bukan ajang meraih kekuasaan dengan segala cara.

“Tunjukkan kepada anak-anak akan keteladanan, sebuah norma dan kesopanan. Jangan wariskan mereka amarah, dendam, dan kebencian,” katanya.

Menurut Niam, anak-anak adalah bagian, bahkan pewaris, dari bangsa ini, sehingga tidak boleh dianggap seolah-olah tidak ada, seolah-olah tidak melihat dan mendengar hiruk pikuk yang terjadi. Anak-anak Indonesia, lanjut dia, menunggu gagasan dan program untuk pemenuhan hak mereka.

Menurut dia, masih banyak anak-anak yang terlantar di jalanan, tak kenal lagi bangku sekolahan, tidak punya akses untuk kesehatan, dan bahkan terus terancam kematian. Sayangnya, kata Niam, sejauh ini belum ada pasangan capres-cawapres yang memasukkan perlindungan anak di dalam visi dan misinya, meski darurat perlindungan anak sudah digemakan.

“Kalau mereka tidak dilindungi sekarang, Indonesia hanya tinggal kenangan,” katanya. Untuk itu, KPAI mengajak segenap pihak untuk mewujudkan pilpres yang bermartabat dan ramah anak. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Simbiosis Mutualisme Islam dan Politik