Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Heran Aku Melihat Kalian; Berlomba Menjadi Orang Upahan

Heran Aku Melihat Kalian; Berlomba Menjadi Orang Upahan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Heran aku melihat kalian

Berlomba-lomba kalian membangun kesan

Saling sikut, cela dan lempar hinaan

Tidakkah kalian sadar? Dengan saling cela, kalian hanya mencela diri sendiri

 

Heran aku melihat kalian

Saling membesarkan nama, satu sama lain merasa lebih layak

Padahal rakyat hanya butuh pemimpin,

Yang tahu mana tugasnya, apa perannya dan statusnya siapa

 

Heran aku melihat kalian

Apakah kalian tidak tahu bahwa setiap pemimpin itu akan bertanggung jawab?

Bertanggung jawab kelak di peradilan paling tinggi

Saat itu tidak ada yang bisa merekayasa

Semua sama dan rata dalam hukum

Saat itulah dipertanyakan; amanah apa yang kau sia-siakan?

 

Heran aku melihat kalian

Ada yang berani meninggalkan tugasnya sebelum usai

Tidakkah ia sadar? Rakyat telah memilih dan mengupahnya

Lalu, ia tinggalkan suara rakyat karena patuh pada satu orang

Siapakah satu orang ini? Sehingga ia bisa butakan nurani?

Sungguh tak layak rakyat membayar orang yang bukan bertugas untuk mereka

Kalau engkau petugas golonganmu, tidak perlu menjadi petugas rakyat

Tak perlu menipu rakyat. Tak perlu bodohi rakyat

 

Heran aku melihat kalian

Mengaku berjuang untuk rakyat, tapi orientasinya tidak jelas

Kalau memang di dalam hati ada niat bekerja untuk rakyat,

Kenapa tak menyelesaikan yang menjadi tugasmu sekarang?

Kelak, rakyat akan menilai.

Bila kau layak, rakyat akan mendukung tanpa kau mengajukan diri

 

Heran aku melihat kalian

Kalau memang bekerja untuk rakyat,

Kenapa harus saling sikut dan saling cela?

Bekerjalah, bangun rencana yang jelas untuk dilaksanakan

Bertemulah dalam satu meja, bincangkan apa yang akan kalian lakukan

Hingga siapa pun yang terpilih, tugas itu tetap terlaksana

Bila kalian memang bekerja untuk rakyat

 

Heran aku melihat kalian

Bukankah seharusnya pemimpin yang baik tidak membuat rakyatnya merasa heran?

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mhd Rois Almaududy
Mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan USU. Ketua Al-Fatih Club. Murid. Penulis. Beberapa karyanya yang sudah diterbitkan; Istimewa di Usia Muda, Beginilah sang Pemenang Meraih Sukses, Cahaya Untuk Persahabatan, dan lain-lain

Lihat Juga

Jakarta Magnet Kepentingan, Warga Jakarta Harus Rasional Pilih Pemimpin