Home / Berita / Internasional / Asia / Emirat Bingung Lanjutkan Bantuan untuk Kudeta di Mesir

Emirat Bingung Lanjutkan Bantuan untuk Kudeta di Mesir

Negara Teluk pendukung kudeta di Mesir, Emirat, Arab Saudi, dan Kuwait (an7a.com)
Negara Teluk pendukung kudeta di Mesir; Emirat, Arab Saudi, dan Kuwait (an7a.com)

dakwatuna.com – Uni Emirat Arab. Beberapa waktu terakhir, pejabat pemerintahan Uni Emirat Arab mengeluarkan pernyataan yang saling bertentangan terkait kelanjutan bantuan ekonomi untuk pemerintah kudeta di Mesir.

Pada Sabtu lalu (24/5), Meneg Emirat, Sultan Al-Jabir, penanggung jawab bantuan Emirat untuk Mesir, menyatakan bahwa negaranya akan melanjutkan bantuan politik dan ekonomi untuk Mesir setelah pilpres yang saat ini sedang berjalan.

Beberapa hari sebelumnya, Menteri Keuangan Emirat, Hamdan bin Rasyid Ali Maktum, menyatakan sebaliknya bahwa negaranya tidak merencanakan memberikan tambahan bantuan ekonomi untuk Mesir.

Dalam hal ini, sejumlah pengamat memandang bahwa perbedaan pernyataan kedua pejabat tinggi tersebut menunjukkan kebingungan sikap negara kaya minyak tersebut dengan kelanjutan sokongannya terhadap pemerintah kudeta di Mesir.

Kebingungan tersebut diperkirakan ada kaitannya dengan perbedaan pendapat sebelumnya antara penguasa Abu Dhabi dan penguasa Dubai terkait pencalonan As-Sisi dalam pilpres kudeta di Mesir, di mana pemimpin Dubai menyatakan ketidaksetujuannya dan pemimpin Abu Dhabi yang keberatan dengan penolakan tersebut.

Patut dicatat terkait kemampuan cadangan minyak di Mesir saat ini, beberapa waktu lalu sumber pejabat tinggi Kementerian Perminyakan Mesir menyebutkan bahwa Kuwait, sebagai salah satu negara Teluk pendukung kudeta, belum mengirimkan lagu bantuan subsidi minyak untuk Mesir sejak awal 2014 hingga sekarang. (islammemo/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Mesir Tangkapi Nelayan Palestina dan Menyerahkannya ke Israel