Home / Berita / Nasional / Lakukan Perang Media, PKS Kerahkan 300 Ribu ‘Tentara Digital’

Lakukan Perang Media, PKS Kerahkan 300 Ribu ‘Tentara Digital’

Pakar komunikasi Muhammad Yulianto, saat berbicara di depan para peserta Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Humas PKS se-Indonesia, di Pedan Ballroom Hotel Sahid, Surakarta, Sabtu (24/5) -  (suaramerdeka.com)
Pakar komunikasi Muhammad Yulianto, saat berbicara di depan para peserta Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Humas PKS se-Indonesia, di Pedan Ballroom Hotel Sahid, Surakarta, Sabtu (24/5) – (suaramerdeka.com)

dakwatuna.com – Solo.  Untuk mensukseskan pasangan calon presiden Prabowo-Hatta Rajasa dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) nanti, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengerahkan 300 ribu ‘tentara digital’. Pasukan yang terdiri dari relawan ini siap melakukan ‘perang’ media untuk memenangkan pasangan yang didukung oleh PKS.

Ketua Bidang Humas Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS Mardani Ali Sera memastikan para relawan digital yang dimiliki PKS dalam kondisi siap tempur untuk memenangkan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. PKS sendiri adalah salah satu partai yang tergabung koalisi Partai Gerindra bersama dengan Golkar, PPP, dan PAN.

“Belum lagi akun-akun di luar struktur yang siap mem-backup setiap agenda pemenangan di Pilpres nanti. Mereka dalam kondisi fit siap untuk memenangkan pasangan presiden yang kita usung,” kata dia dalam Rapat Kerja Nasional PKS di Hotel Sahid Jaya Solo, Jumat malam, 23 Mei 2014.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, tugas para relawan digital adalah bergerak di bidang media sosial, seperti Twitter dan Facebook. Hanya saja dalam kegiatan kampanye di sosial media itu, PKS tidak akan menghalalkan segala cara serta tidak melakukan kampanye hitam.

Black campaign merupakan fitnah. Oleh sebab itu kami tidak akan menolelir. Apalagi sekarang masyarakat sudah cerdas,” tuturnya.

Kemudian, Mardani pun menyatakan bahwa dalam pilpres mendatang hanya diikuti dua pasang kandidat capres sehingga mau tidak mau pertarungan yang terjadi secara head-to-head.

“Menariknya, sekarang popularitas tidak begitu menjadi masalah, tinggal bagaimana kita memainkan konten, karena konten itu akan menjadi pembeda,” katanya.

Rakornas Humas PKS ini diikuti oleh 180 peserta yang terdiri dari para Ketua Bidang Humas DPW PKS se-Indonesia, komunitas relawan digital, komunitas foto, komunitas PKS TV dan para penggiat humas se-tanah air.

Selain membahas agenda inti fungsi humas dalam konstelasi politik nasional, agenda rakornas ini juga diikuti agenda pendukung seperti hunting bareng komunitas foto, sarasehan relawan digital dan press visit. (viva/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 8,17 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Fahmi Adam

    menurut saya sih ada baiknya kita sikapi bijak setiap fitnah yang datang agar setiap hujatan atau fitnah tersebut menjadi boomerang buat tim lawan, sekaligus berkompetisi dalam melakukan hal kebaikan dan mengedepankan fakta serta integritas bukan pencitraan.

Lihat Juga

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal. (pks.id)

PKS Larang Anggotanya Gunakan Atribut Partai