Home / Berita / Internasional / Asia / Rusia dan China Kembali Gunakan Veto Selamatkan Penjahat Perang Suriah

Rusia dan China Kembali Gunakan Veto Selamatkan Penjahat Perang Suriah

Rusia dan China kembali lindungi penjahat perang Suriah dengan hak veto (ministryoftofu.com)
Rusia dan China kembali lindungi penjahat perang Suriah dengan hak veto (ministryoftofu.com)

dakwatuna.com – New York. Rusia dan China akhirnya menggunakan hak veto, Kamis (22/5/2014), untuk menggagalkan rancangan resolusi yang diajukan Prancis di Dewan Keamanan (DK) PBB untuk membawa kasus kejahatan perang Suriah ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Negara-negara Barat telah berusaha memperjuangkan keluarnya resolusi yang bisa memungkinkan dibawanya kasus kejahatan perang di Suriah ke ICC, di Den Haag. Dengan resolusi itu, ICC bisa melakukan investigasi tentang dugaan kuat terjadinya kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Suriah sejak tahun 2011.

Ini adalah kali keempat Rusia dan China menggunakan hak veto, yang menjadi hak keduanya sebagai anggota tetap DK PBB, terkait masalah krisis di Suriah. Sebanyak 13 anggota DK menyetujui keluarnya resolusi. Mereka juga mengkritik keras Rusia dan China yang getol dalam melindungi rezim berkuasa di Suriah.

Dubes Amerika Serikat di PBB, Samantha Power, mengatakan, “Anak cucu kita akan bertanya kenapa kita gagal dalam menghadirkan keadilan keadilan untuk orang-orang yang saat ini hidup dalam neraka dunia.”

Sementara itu duber Inggris di PBB, Mark Grant, mengatakan, “Sangat buruk. Mereka kembali menggunakan hak veto menggagalkan sikap yang akan diambil oleh DK terhadap pelanggaran HAM di Suriah.”

Suriah tidak termasuk negara yang menandatangai perjanjian ICC. Oleh karena itu DK harus mengeluarkan resolusi yang memberikan kewenangan ICC untuk menangani pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di Suriah. (msa/dakwatuna/bbcarabic)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

PM Rusia, Dmitry Medvedev dan PM Israel Benyamin Netanyahu. (aljazeera.net)

Rusia dan Israel Sepakat Terkait Nuklir Iran