Home / Berita / Nasional / Dicari, Ide Wujudkan Kawasan Bebas TB

Dicari, Ide Wujudkan Kawasan Bebas TB

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Pilot Project Kawasan Bebas TB di RW 07 Kampung Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur. - (fer/eko/pkpu)
Pilot Project Kawasan Bebas TB di RW 07 Kampung Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur. – (fer/eko/pkpu)

dakwatuna.com – Jakarta.  Lembaga Kemanusiaan Nasional  PKPU menggagas adanya kawasan Bebas TB yang diharapkan akan mampu menjadi solusi permasalahan penyakit ini di Indonesia di masa mendatang.

Langkah yang dilakukan adalah membangun sebuah pilot project di RW 07 Kampung Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur. Wilayah ini  dipilih karena terdapat KMP TB (Kelompok Masyarakat Peduli TB) serta stakeholder di wilayah tersebut juga mendukung. Selain itu, angka TB dan HIV juga tergolong tinggi.

RW 07 Kampung Tengah, Kramat jati merupakan kawasan padat penduduk yang terletak dekat dengan pasar Induk Kramat Jati. Sebagian besar penduduknya tergolong kelas menengah kebawah dengan mata pencaharian buruh pengupas bawang di pasar, pedagang makanan, dan buruh angkut di pasar.

PKPU mengajak semua pihak memberikan dukungan mengingat untuk mewujudkan Kawasan Bebas TB berarti menyelesaikan masalah-masalah didalamnya, seperti masalah promosi kesehatan, gizi, lingkungan, serta ekonomi. Bila berhasil maka dapat diadaptasi oleh kawasan lain sehingga ada kawasan-kawasan lain yang bebas TB.

Membuat Kawasan Bebas TB berarti mewujudkan masyarakat yang sehat, peduli, dan berdaya. Jadi pastikan kamu termasuk dalam orang-orang yang mewujudkannya.

Untuk itu, PKPU menggelar lomba Kawasan Bebas TB “Call for Ideas” yakni ajang  pengumpulan ide bagi individu maupun kelompok yang terbuka bagi mahasiswa, aktivis TB, maupun masyarakat umum tentang Kawasan Bebas TB.

Ide yang menarik akan digunakan sebagai konsep dalam Kawasan Bebas TB dan 5 ide terbaik diberi penghargaan berupa masing-masing Rp 1.000.000 dan sertifikat.  Ide yang dapat diberikan terdiri dari 4 tema Promosi Kesehatan, Gizi, Lingkungan dan Ekonomi.

Promosi Kesehatan berkaitan dengan upaya mewujudkan Kawasan bebas TB, hal terpenting yang harus dicapai adalah tersosialisasikannya informasi tentang TB dan Kawasan Bebas TB pada seluruh penduduk di RW 07 Kampung Tengah.

Hal yang harus dipikirkan dalam pembuatan ide adalah materi, media, dan metode promosi kesehatan yang tepat untuk digunakan pada karakter masyarakat menengah kebawah seperti di RW 07.  Pada karakteristik masyarakat menengah kebawah, masalah kesehatan sering terabaikan. Yang menjadi fokus utama dalam kehidupan mereka adalah mencari uang untuk makan, karena kebutuhan akan makan terkadang masih sulit didapatkan.

Masalah gizi merupakan masalah yang harus diselesaikan dalam penyelesaian masalah TB di suatu wilayah. Seseorang yang memiliki masalah gizi akan lebih rentan terkena TB karena daya tahan tubuhnya yang rendah. Pasien TB yang tidak baik asupan gizinya juga menjadi masalah karena dapat menghambat proses pengobatannya.

Mantan pasien TB yang tidak baik asupan gizinya juga beresiko terkena TB kambuhan karena daya tahan tubuhnya yang rendah. Bahkan penderita TB kambuhan (Tipe 2) masa pengobatannya lebih lama dan beresiko Multi Drug Resistance (MDR) atau kebal obat.

Masalah gizi muncul karena kurangnya asupan makanan yang kaya gizi dan memenuhi syarat makanan sehat. Hal itu kebanyakan karena kondisi ekonomi yang tidak baik sehingga menurunkan daya beli makanan. Dalam mengatasi masalah gizi pada penderita TB, yang menjadi tantangan adalah, asupan gizi seperti apa yang tepat untuk penderita TB dan dapat terjangkau daya beli nya oleh masyarakat menengah kebawah.

Lingkungan merupakan masalah yang juga harus diselesaikan dalam pemberantasan TB. Bakteri penyebab TB, Mycobacterium Tuberculosis dapat mudah berkembang biak dalam lingkungan yang lembab dan jarang sinar matahari. Oleh karena itu, banyak kasus TB yang muncul pada kawasan kumuh dan padat penduduk.

RW 07 Kampung tengah merupakan kawasan padat penduduk dengan sanitasi yang kurang baik. Pada kawasan tersebut masih banyak “gang senggol” yang menggambarkan sempitnya area. Tempat tinggal penduduk pun tergolong sempit dengan ventilasi yang kurang baik dan beratapkan seng.

Masalahnya, sebagian besar penduduknya adalah pengontrak sehingga modifikasi rumah agak sulit dilakukan. Dalam kondisi tersebut, bagaimanakah modifikasi lingkungan yang sesuai agar permasalahan TB di lingkungan kumuh dapat diatasi dengan menciptakan lingkungan yang tidak dapat dihuni oleh bakteri penyebab TB.

Masalah ekonomi merupakan factor yang menjadi sebab akibat penyakit TB. Masalah    ekonomi lah yang menjadi muara permasalahan lingkungan, gizi, dan sulitnya penyampaian promosi kesehatan sehingga seseorang beresiko terkena TB.

Masalah ekonomi juga bisa menjadi akibat dari penyakit TB, karena tidak sedikit penderita TB yang dipecat dari pekerjaannya akibat menderita TB. Hal tersebut membuat ekonomi merupakan masalah yang harus diselesaikan untuk memberantas penyakit TB.

Penyelesaian masalah ekonomi harus disesuaikan dengan kondisi masyarakatnya. Mayoritas penduduk RW 07 Kampung Tengah adalah buruh pengupas bawang yang biasa memperoleh uang secara cepat perhari. Hal tersebut memungkinkan masuknya usaha baru bila prospeknya menjanjikan dan hasilnya jelas. Selain itu, di sana juga dekat dengan pasar induk Kramat Jati yang merupakan pasar besar yang ramai pengunjung.

Batas terakhir pengumpulan ide tanggal 25 Mei 2014 pukul 12:00 siang.

Pedoman Call for Ideas dapat diunduh di:
http://www.4shared.com/office/G38ayhlUce/

Pedoman_Call_For_Ideas.html
Form isian Call for Ideas dapat diunduh di:
http://www.4shared.com/file/YVDVE1Mpba/Call_for_ideasdoc.html

Di samping itu juga akan dikampanyekan Kawasan Bebas TB “Call for Action yakni kampanye edukatif TB yang dilakukan di Kampung Tengah. Kampanye ini dilakukan untuk mencerdasakan warga tentang TB dan sebagai launching awal Kawasan Bebas TB.
Kegiatan ini akan melibatkan kader TB PKPU, masyarakat Kampung Tengah, dan Puskesmas, dan masyarakat lain yang peduli TB. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Mei 2014 di RW 07 Kampung Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kemudian dilaksanakan workshop kawasan Bebas TB “Call for Discussion yang  membahas lebih lanjut mengenai TB dan Kawasan Bebas TB. Workshop ini akan diisi oleh pembicara yang ahli tentang TB dan permasalahannya.

Workshop ini akan mengedepankan diskusi tentang model Kawasan Bebas TB dan bagaimana solusi pemberantasan TB dalam bentuk pemberdayaan. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Senin, 26 Mei 2014.

Penyakit Tuberkulosis merupakan penyakit yang masih menjadi beban di dunia. Penyakit ini menjadi penyebab utama kedua kematian akibat infeksi di seluruh dunia, setelah HIV.

Di Indonesia penyakit TB juga masih menjadi beban tersendiri. Indonesia masuk dalam peringkat ke-4 negara dengan beban penyakit TB terbanyak di dunia. Pada tahun 2010, sebanyak 289/100.000 penduduk terkena TB di Indonesia.
Tuberkulosis merupakan penyakit yang menular melalui udara sehingga penyebarannya sangat luas dan sulit dikontrol.

Sebanyak sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi TB meskipun hanya 10% nya yang bermanifestasi menjadi penyakit. Bakteri TB dapat bermanifestasi menjadi penyakit dalam tubuh seseorang bila imunitas tubuhnya menurun dan paparan bakteri TB meningkat dalam tubuh.

Oleh karena itu, semua orang berpotensi menderita TB karena semua orang tidak pernah tahu udara yang dihirup dan imunitas semua orang berpotensi menurun. (fer/eko/kis/pkpu/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Sukismo

Lihat Juga

HAI UEA – PKPU Berikan Layanan Kesehatan Gratis di Kampung Sindang Asih Bogor