Home / Berita / Internasional / Amerika / Polisi dan Rabi Masuk Daftar 71 Tersangka Pornografi Anak di New York

Polisi dan Rabi Masuk Daftar 71 Tersangka Pornografi Anak di New York

Kampanye keprihatinan atas maraknya kasus pornografi dan kejahatan seksual pada anak-anak (ilustrasi) -  (kwobit.com)
Kampanye keprihatinan atas maraknya kasus pornografi dan kejahatan seksual pada anak-anak (ilustrasi) – (kwobit.com)

dakwatuna.com – New York. Dua petugas polisi, seorang rabi, dan seorang pelatih kepanduan berada dalam daftar 70 lelaki dan satu perempuan yang ditangkap kepolisian New York (NYPD) dengan tuduhan pornografi anak.

Para pejabat NYPD, Rabu (21/5/2014), mengatakan, selama lima pekan para penyidik menyita sekitar 600 komputer, laptop, tablet, smartphone, dan thumb drive berisi puluhan ribu gambar dan video porno anak-anak dari para tersangka.

Di antara para tersangka yang satu di antaranya juga telah dikenakan sangkaan pelecehan seksual terhadap anak-anak, seorang perempuan diduga terlibat dalam produksi dan distribusi pornografi tersebut.

Dari daftar para tersangka tersebut, terdapat dua perawat, paramedis, au pair alias pengasuh anak, pelatih kepanduan, dan guru yang juga melatih liga kecil bisbol. Penyidikan besar-besaran dilakukan setelah penangkapan kepala kepolisian Valhalla dan seorang rabi yang rumahnya menjadi tempat anak-anak di Brooklyn menjalani homeschooling, pada Maret 2014.

James Hayes, agen khusus yang bertanggung jawab atas Homeland Security Investigations (HSI) di New York, menyebut jumlah dan latar belakang para pelaku ini “mengganggu”. Operasi pengungkapan skandal pornografi anak ini menggunakan sandi Operasi Caireen.

Operasi tersebut berlangsung mulai dari 4 April 2014 hingga 15 Mei 2014, menjadi operasi terbesar yang pernah ada di New York untuk perburuan predator terhadap anak. Penyidik dari NYPD, HSI, dan aparat hukum lain menyusup ke dalam jaringan para pelaku memakai prosedur peer-to-peer file sharing dan melakukan identifikasi pelaku.

Dalam operasi ini, penyidik menindak hampir 150 alamat internet protocol (IP) yang secara aktif terlibat dalam perdagangan pornografi anak yang meluas di New York City. Komisaris NYPD WIlliam Bratton dalam dakwaan yang diajukannya menyatakan bahwa pelecehan terhadap anak adalah perbuatan tercela dan pelanggarnya akan dicari dengan penuh semangat untuk dibawa ke pengadilan.

“Komunitas penegak hukum berkomitmen menghilangkan pasar mengerikan pornografi anak, dengan satu tersangka dalam setiap kesempatan,” kata Jaksa Loretta Lynch yang menangani distrik timur New York.

John Ryan, Presiden dan CEO dari National Center for Missing dan Exploited Children, mengapresiasi operasi lima pekan tersebut. “Pekerjaan tak kenal lelah mereka membantu memastikan bahwa yang paling rentan dalam masyarakat kita, anak-anak kita, akan bisa lebih aman.” (kompas/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Cara Rasulullah Mencegah Anak Muda Berzina