Home / Berita / Nasional / Hasil Penjualan Tiket PBR vs Sevilla akan Disumbangkan untuk Keluarga Akli Fairuz

Hasil Penjualan Tiket PBR vs Sevilla akan Disumbangkan untuk Keluarga Akli Fairuz

Akli Fairuz, Pemain Persiraja Banda Aceh terkena tendangan kiper PSAP Sigli Agus Rochman - (bolaskor.com)
Akli Fairuz, Pemain Persiraja Banda Aceh terkena tendangan kiper PSAP Sigli Agus Rochman – (bolaskor.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Pelita Bandung Raya (PBR) bakal menghadapi salah satu klub La Liga Spanyol Sevilla di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis (22/5/2014). Laga tersebut digelar sebagai kegiatan dari LFP World Challenge untuk memperkenalkan brand LFP dan perusahaan Spanyol.

Bagi PBR, laga tersebut merupakan kesempatan untuk menambah pengalaman pemain. Namun selain itu, PBR juga punya misi khusus di laga melawan Sevilla tersebut. Mereka ingin menjadikan laga tersebut sebagai pertandingan amal berencana untuk membantu keluarga mendiang Akli Fairuz yang beberapa hari lalu meninggal dunia.

Rencananya dari hasil penjualan tiket laga PBR vs Sevilla akan disumbangkan kepada keluarga Akli sebesar Rp 10 juta.

“Kejadian ini memang sulit dipercaya bisa terjadi lagi di sepakbola Indonesia. Kami ingin pertandingan ini kami persembahkan untuk Akli. Rp 10 juta dari keuntungan tiket akan kami berikan untuk keluarga sebagai bentuk kepedulian kami,” ungkap CEO PBR Marco Paulo di Kuningan, Jakarta, Rabu (21/5), seperti dikutip dari detikcom.

Aksi tersebut, lanjut Marco, sudah mendapatkan persetujuan dari manajemen Sevilla yang disebutnya juga turut prihatin atas kejadian meninggalnya Akli.

“Nanti sebelum pertandingan kami akan mengheningkan cipta. Dan pemain akan menggunakan ban hitam di lengan mereka.”

“Ini adalah salah satu bentuk kepedulian kami. Bahkan pelatih Sevilla Unai Emery sudah menyetujuinya. Kami juga berduka untuk keluarga kami di Serbia dan Bosnia-Herzegovina yang mengalami musibah banjir,” tutur dia.

Akli meninggal dunia lantaran perut bagian bawahnya terkena tendangan kiper PSAP Sigli, Agus Rochman. Akli sempat dioperasi dan dirawat selama enam hari di rumah sakit sebelum menghembuskan nafas terakhir.

Setelah terkena tendangan tersebut, Akli tidak langsung dibawa ke rumah sakit dan dibiarkan duduk di bangku cadangan. Baru pada malam harinya dia dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Meninggalnya Akli juga banyak dibicarakan di media luar negri sebagai sebuah musibah yang perlu mendapat perhatian dunia sepakbola tanah air dan dunia. (sbb/dakwatuna)

 

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Antonio Banderas: Aku Hampir Yakin di Nadiku Mengalir Darah Arab dan Muslim