Home / Berita / Nasional / Fahri Hamzah: Jokowi Bukan Lawan, Dia Kawan dalam Fastabikhul Khairat

Fahri Hamzah: Jokowi Bukan Lawan, Dia Kawan dalam Fastabikhul Khairat

 

Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah - Foto: (Foto: merdeka.com)
Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah – Foto: (Foto: merdeka.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah kembali membuat cuitan tentang Jokowi. Kali ini, ia menilai Jokowi sebagai rival yang sedang berkompetisi untuk berlomba-lomba dalam membuat kebajikan. “Jokowi bukan lawan…dia kawan dalam perlombaan capai kebaikan…#fastabikhulkhairat,” kata Fahri lewat akun Twitter, @Fahrihamzah.

Menurut dia, kritik yang sering dilakukannya kepada Jokowi memiliki artian positif. Pasalnya, kritik itu dilontarkan lantaran Jokowi bakal menentukan hidup masyarakat Indonesia.

“Saya kritik walikota solo, gubernur jakarta dan calon Presiden RI. Saya takkan kritik pedagang lemari,” katanya.

Karena sudah berani mengkritik capres lain, Fahri mempersilakan pihak lain untuk mengkritiknya. Pasalnya, ia sudah memutuskan untuk memilih Prabowo Subianto dengan segala pertimbangan.

Fahri menyebut, siapapun yang akan berkompetisi untuk memperebutkan kekuasaan hingga menentukan keselamatan bangsa wajib dikoreksi secara terbuka. “Karena keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Maka siapa yang berani memimpin harus berani ditelanjangi.” (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 7,40 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Usep Fauzi

    PKS Yess……………. Fahri Hamzah No….. saya suka PKS tapi orang kayak Fahri Hamzah tidak cocok ada di PKS kecuali kalau PKS itu kepanjangannya Partai Kiyai Slebor.

  • bill nhuda

    Statement yg tak jelas………….he…..he……he……..kecap cap apa yaaaaaa………….?.

  • @dalban

    PKS semakin lama semakin ga jelas di pegang orang2 yg suka koar2 ga mutu
    jaman dlu PKS begitu santun dan anggun sekarang muak melihatnya ga ada bedanya sama partai lain

  • Sejuki

    Utk Admin.

    Sedikit koreksi, tulisan fastabikhul khairat mestinya yg benar adalah fastabiqul khairat.

    Utk @dalban, bill nhuda dan Usep Fauzi.

    Gak ada yg aneh ane lihat dg apa yg telah disampaikan Fahri Hamzah tsb. Anehnya di mana? Statement gak jelasnya dimana? Justeru statement tsb amatlah jelas dan tegas. Karakter Fahri memang begitu. Membaca sejarah para sahabat Nabi, ane pada akhirnya ingat Umar bin Khattab as. Karakter Fahri ane lihat mirip Umar as dg segala kekurangan.

    Ingat sahabat-sahabatku, jangan mudah mencela, karena manusia memang gak ada yg sempurna.

  • Guest

    Anggota parlemen itu emang harus begitu harus nyaring, yang kaga nyaring congornya perlu di pertanyakan?..hidup bang Fahri ,gua demen gaya lu bag..

  • rohannurmuslim

    Anggota parlemen itu emang harus begitu kaya bang Fahri Hamzah,yang congornya kaga nyaring perlu di pertanyakan ?. hidup bang Fahri ,gua demen gaya lu bang..moga Allah jagain abang.

  • Budi Oye

    Ini ni yg cocok jadi idola……yg penting bener…….masalah baik tu relatif ya bang…..kalo kebenaran harga mati…….tetap bertahan bang abang saya jafiin alternatif 2019…….

  • Alex Raharjo

    @rohannurmuslim:disqus dan @Sejuki:disqus :
    Benarkah Anggota dewan itu kalimat dan tutur bahasanya harus seperti
    fahri hamzah ini???kasar, angkuh, jorok, fitnah, tidak mncerminkan dr
    lahir dr Partai Islam.kalo memang harus seperti ini wajar saja Gus Dur
    bilang Anggota Dewan itu seperti anak TK, dan sampe sekarang tidak naik
    kelas…

  • Main Pokcer

    tumben ngomongnya agamis bawa bawa fastabiqul khairat kirain tau nya kosakata “SINTING” doang

Lihat Juga

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.  (kompas.com)

Menyikapi Fenomena Fahri Hamzah: Sudahkah Kita Berlaku Adil?