Home / Berita / Opini / Memilih Pemimpin Negeri Menentukan Masa Depan Bumi Pertiwi

Memilih Pemimpin Negeri Menentukan Masa Depan Bumi Pertiwi

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Pilpres 2014 - ilustrasi (Foto: beritadewan.com)
Pilpres 2014 – ilustrasi (Foto: beritadewan.com)

dakwatuna.com – Indonesia kini berada di gerbang pilihan-pilihan yang akan menentukan arah gerak negara untuk masa  mendatang. Momentum itu kian lama kian terasa dan semakin dekat menghampiri kita. Pasalnya, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tidak lama lagi akan digelar. Dimana estafet tangga kemajuan bangsa akan bergulir dan berpindah kepada pemimpin baru. Pemimpin yang dipercaya dan dipilih oleh rakyat untuk mengemban amanah dalam periode lima tahun mendatang. Dan yang menjadi masalah adalah, apakah bangsa Indonesia sudah siap menghadapi pilihan-pilihan itu?

Pilihan-pilihan yang bukan hanya sebatas pada kandidat calon yang mengajukan dirinya saja. Namun juga pilihan atas ide, prinsip dan cita-cita dari seorang pemimpin tersebut untuk bangsanya. Tentu ini menjadi pertanyaan mendasar, melihat Indonesia sebagai Negara besar yang memiliki hampir 240.000.000 Jiwa ini mempunyai banyak permasalahan dan tantangan yang mesti dijawab dan diselesaikan. Mulai dari permasalahan sosial politik, ekonomi, hukum, kesehatan, pendidikan dan berbagai masalah dan tantangan lainnya. Dan oleh karenanya, memilih pemimpin hari ini akan menentukan bagaimana Indonesia menjawab persoalan itu untuk masa yang akan datang.

Memilih pemimpin tentu bukan menjadi hal yang sulit, jika pada prosesnya rakyat Indonesia memahami dan meresapi makna dari pilihan-pilihan tersebut. Mendasari pilihannya pada hati nurani dan kesadaran yang tinggi akan pentingnya kepemimpinan bagi Indonesia. Memilih dengan kemauan sendiri, bukan dengan paksaan apalagi bayaran atas suara yang diberikan. Setiap suara memiliki nilai dan berharga bagi Negara. Dimana setiap suara dipandang sama mewakili kedaulatan rakyat sebagai pemilik kedaulatan tertinggi di dalam bernegara. Dan keberadaannya turut menentukan bagaimana Indonesia pada hari-hari mendatang. Oleh karenanya, menjadi pemilih yang cerdas adalah suatu kewajiban yang mesti dimiliki oleh seluruh rakyat Indonesia.

Sebab permainan media, rekayasa opini, kampanye hitam dan sebagainya adalah hal yang biasa terjadi dalam percaturan perpolitikan di negeri ini. Tapi pada dasarnya, masyarakatlah yang akan menilai dan menentukan sendiri siapa pemimpin yang paling ideal bagi mereka. Yakni pemimpin yang mewakili aspirasi dan mampu menjawab harapan rakyatnya. Pemimpin yang mampu mewujudkan cita-cita bangsa dan menciptakan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.

Oleh karenanya, semangat dan pemahaman ini mesti terus ditumbuhkan. Karena satu suara turut menentukan masa depan Indonesia. Dimana memilih pemimpin berarti menentukan arah gerak bangsa Indonesia untuk menjawab tantangan di waktu yang akan datang. Dan pilihan itu, ada ditangan kita: seluruh bangsa Indonesia.  Untuk memilih pemimpin yang amanah, berkredibilitas tinggi, mewakili aspirasi rakyatnya dan mampu memberikan perbaikan dan kemajuan bagi  Indonesia di masa yang akan datang.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 9,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Nurfahmi Islami Kaffah
Ketua umum BSO SERAMBI FHUI 2014, Mahasiswa S1 Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Lihat Juga

Kemenangan Trump Dipastikan Untungkan Israel