Home / Pemuda / Essay / Rindunya Pemuda Surga

Rindunya Pemuda Surga

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com“Dalam setiap kebangkitan, pemuda ialah rahasia kekuatanya. Dalam setiap fikrah, pemuda ialah pengibar panji-panjinya.” (Hasan al-Banna)

Pemuda telah menjadi sisi indah dalam setiap relung kehidupan. Mereka memberikan kontribusi di setiap untaian waktu di semua peradaban. Hatinya jernih, akalnya utuh dan langkahnya tegak dalam mencari kebenaran bagi dirinya. Pemuda selalu menjadi kekuatan baru karena ide-idenya yang sarat karakter, penuh mobilitas dan utuh tanpa ada tendensi apapun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2010, sebanyak 62,3 juta jiwa atau 26,23 persen dari 237,6 juta jumlah penduduk Indonesia masuk dalam kategori pemuda dengan rentang usia 16-30 tahun (www.krjogja.com, 10 November 2013). Hal ini berarti 40% penduduk bangsa Indonesia ialah pemuda.

Namun, tempaan hidup yang sarat pengorbanan dan kesabaran kerapkali menjatuhkan pemuda ke dalam lembah hitam. Mereka mencintai materi, hedonisme hingga gengsi dengan tindakan-tindakan sosial bagi sesamanya. Hal ini berimplikasi pada tindakan-tindakan yang kurang bermanfaat, studi gagal dan terjatuh pada dunia kriminalitas. Rendahnya moral pemuda membuatnya kehilangan potensi yang selalu menjadi pemicu dalam setiap perubahan. Pemuda kehilangan sibghoh Islam yang selalu ada dalam dirinya bahkan ditunggu di tengah-tengah masyarakat. Proklamator Bangsa, Soekarno berkata, “Berikan Aku 1000 orang tua, maka akan kucabut Semeru dari akarnya. Berikanlah Aku 10 orang pemuda, maka Aku akan mengguncangkan Dunia.”

Kalimat indah juga keluar dari Rasullulah Saw, sebagai interpretasi harapan keluarga terhadap pemuda, “Anak yang shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya.” (H.r. Bukhari)

Mereka ialah masa depan bagi amal-amal orang tuanya sekaligus manifestasi bagi bangsa dan agama ini. Lupakah kita dengan pengorbanan Mush’ab bin Umair dalam menyebarkan dakwah hingga meninggalkan keluarga bahkan fakir di negeri Madinah? Ingatkah kecerdasan Muaz bin Jabal di Yaman hingga pengorbanan keluarga Yassir bagi dakwah ini? Mereka semua telah mengeluarkan karya, mengorbankan harta hingga meneteskan darah di setiap zamannya.

Segalanya Dimulai dari Niat Penuh Cinta

Cinta ialah dasar filosofi hidup dari setiap perkara dunia. Cinta membuka tabir  kabut dosa di dalam hati  dan menyadarkanya dengan iman yang penuh cahaya. Niat yang baik akan menghasilkan hasil yang baik karena cinta yang penuh rela hingga mampu mengorbankan harta dan jiwa untuk Allah. Rasullulah Saw bersabda, “Sesungguhnya segala perbuatan tergantung pada niat-nya.” (H.R Bukhari)

Niat penuh cinta menghasilkan tindakan nyata bukan jargon-jargon kosong. Hal ini timbul karena penyadaran terhadap peran-peran penting yang sudah dititipkan Allah melalui pemuda di tengah umat.

Pemuda yang memiliki niat suci akan mampu membuktikan mitsaqan ghalizah (janji yang sangat kuat) yang telah diutarakan di awal penciptaanya. Karena mereka percaya melalui lantunan indah di setiap shalatnya:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ﴿٥﴾ اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿٦﴾

“Kepada-mu kami menyembah, kepada-mu kami memohon pertolongan. Tunjukanlah kamu jalan yang lurus”. (Q.s. al-Fatihah: 5-6)

Ayat ini merupakan pengakuan sejati dari anak muda untuk selalu tunduk kepada Rabb-Nya. Tunduk sepenuh hati tanpa ada embel-embel ataupun setitik noda dari kekuatan iman yang sudah terpatri di dalam jiwa. Inilah bukti cinta pemuda yang rindu ridha-Nya. Mereka rindu dengan surga yang begitu dekat di hatinya. Mereka yakin dengan janji Allah di dalam al-quran dan sirah peradaban Islam yang telah menghiasi ilmu pengetahuan. Hatinya teguh karena hanya kepada Allah tempat pengaduan.

Start Small, Do It Now

Perusahaan Microsoft tampil menguasai dunia elektronik. Sang pemegang tahta Bill Gates memiliki motto hidup yang mampu mengubah perusahaan biasa menjadi penguasa dunia. Ia berkata, “Start Small, Do it Now.” Ya, lakukan hal-hal kecil secara perlahan dan segera lakukan tanpa penundaan.

Motto ini mampu menaikan saham dan produksi Microsoft Corporation dalam dunia elektronik hingga menjadi raksasa dunia saat ini. Bila menelitik ke belakang, falsafah Bill Gates telah lama terngiang di hati kaum muslimin melalui al-Qur’an yang suci

وَالْعَصْرِ ﴿١﴾

“Demi masa” (Q.s. al-‘Asr: 1)

Allah telah memperingatkan pemuda akan permainan waktu yang tidak terasa dalam hidup. Waktu berjalan hampa dan hanya kebaikanlah yang mampu menghiasinya. Pemuda sebagai corong peradaban diharapkan mampu memberikan perubahan melalui peran di tengah masyarakat.

Membantu pembangunan, belajar keras, aktif di setiap organisasi profesi hingga terjun ke dalam kegiatan sosial ialah ciri khas pola perilaku pemuda.  hal ini akan membantu mendidik kebiasaan baik di dalam diri sekaligus melatih kepribadian mereka dalam bertindak.

Tidak hanya itu, pola tersebut merangsang karakter idealisme dan sifat empati di dalam diri. Untuk itulah pemuda wajib menonjolkan diri di masyarakat sebagai penerus pembangunan bangsa. Cepat atau lambat, pemuda akan memegang amanah di semua lini kemasyarakatan dan hasilnya akan terlihat dari pendidikan serta pengalaman yang telah didapatkan.

Dari sinilah terlahir karya-karya hebat yang mampu memberikan sumbangan bagi Islam.  Sumbangan yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, namun memberikan didikan personal dan kebangaan bagi orang tua.

Islam sangat yakin dengan kekuatan pemuda yang beriman dalam memberikan perubahan bagi masyarakat di sekelilingnya. Karena pemuda beriman mampu mendasari setiap perbuatan dengan niat dan kerja yang nyata. Mereka selalu bekerja, berkarya dan mampu merubah cobaan menjadi karunia. Pemuda Islam selalu yakin dengan badai kehidupan yang pasti berlalu. Aamiin Allahumma aamiin.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Faldin Baen
Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Kota Semarang, Jawa Tengah.

Lihat Juga

Surga untuk Ayah