Home / Berita / Nasional / KPI Tegaskan Tayangan ini Bermasalah dan Tidak Layak Ditonton

KPI Tegaskan Tayangan ini Bermasalah dan Tidak Layak Ditonton

Komisi Penyiaran Indonesia Merilis program sinetron dan FTV yang tidak layak tayang - Foto: infopublik.org
Komisi Penyiaran Indonesia Merilis program sinetron dan FTV yang tidak layak tayang – Foto: infopublik.org

dakwatuna.com – Jakarta. Komisi Penyiaran Indonesia mencatat sepanjang tahun 2013 sampai dengan April 2014, KPI menerima sebanyak 1600-an pengaduan masyarakat terhadap program sinetron dan FTV yang dianggap meresahkan dan membahayakan pertumbuhan fisik dan mental anak serta mempengaruhi perilaku kekerasan terhadap anak.

Selanjutnya, dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5), sejak 1 bulan lalu tepatnya tanggal 11 April 2014, KPI telah melakukan evaluasi program sinetron dan FTV yang disiarkan  dalam rangka melakukan pembinaan.

Dalam forum evaluasi tersebut hadir juga beberapa production house (PH) yang memproduksi program-program tersebut. Namun demikian, sampai dengan hari ini KPI masih menemukan sejumlah pelanggaran terhadap UU Penyiaran serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

Pelanggaran tersebut meliputi:

  1. Tindakan bullying (intimidasi) yang dilakukan anak sekolah.
  2. Kekerasan fisik seperti memukul jari dengan kampak, memukul kepala dengan balok kayu, memukul dengan botol beling, menusuk dengan pisau, membanting, mencekik, menyemprot wajah dengan obat serangga, menendang, menampar dan menonjok.
  3. Kekerasan verbal seperti melecehkan kaum miskin, menghina anak yang memiliki kebutuhan khusus (cacat fisik), menghina orang tua dan Guru, penggunaan kata-kata yang tidak pantas “anak pembawa celaka, muka tembok, rambut besi, badan batako”.
  4. Menampilkan percobaan pembunuhan.
  5. Adegan percobaan bunuh diri.
  6. Menampilkan remaja yang menggunakan testpack karena hamil di luar nikah.
  7. Adanya dialog yang menganjurkan untuk menggugurkan kandungan.
  8. Adegan seolah memakan kelinci hidup.
  9. Menampilkan seragam sekolah yang tidak sesuai dengan etika pendidikan.
  10. Adegan menampilkan kehidupan bebas yang dilakukan anak remaja, seperti merokok, minum-minuman keras dan kehidupan dunia malam.
  11. Adegan percobaan pemerkosaan.
  12. Konflik rumah tangga dan perselingkuhan.

Bahkan program sinetron dan FTV kerap menggunakan judul-judul yang sangat provokatif dan tidak pantas, seperti: Sumpah Pocong Di Sekolah, Aku Dibuang Suamiku Seperti Tisu Bekas, Mahluk Ngesot, Merebut Suami Dari Simpanan, 3x Ditalak Suami Dalam Semalam,Aku Hamil Suamiku Selingkuh, Pacar Lebih Penting Dari Istri, Ibu Jangan Rebut Suamiku, Istri Dari Neraka aka Aku Benci Istriku.

Atas pelanggaran tersebut KPI menyatakan 10 sinetron dan FTV dinilai bermasalah dan tidak layak tonton.

1.         Sinetron Ayah Mengapa Aku Berbeda
2.         Sinetron Pashmina Aisha
3.         Sinetron ABG Jadi Manten
4.         Sinetron Ganteng-Ganteng Serigala
5.         Sinetron Diam-Diam Suka
6.         Sinema Indonesia
7.         Sinema Akhir Pekan
8.         Sinema Pagi
9.         Sinema Utama Keluarga
10.      Bioskop Indonesia Premier
Atas dasar itu, KPI dengan tegas menyatakan agar segera dilakukan perbaikan dan meminta para orang tua mengawasi dan memilihkan tayangan yang tepat.  KPI juga akan memberikan sanksi kepada lembaga penyiaran yang melakukan pelanggaran dalam program-program tersebut.

“Kami meminta pertanggungjawaban pengelola televisi yang meminjam frekuensi milik publik agar tidak menyajikan program-program yang merusak moral anak bangsa,” demikian pernyataan KPI. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 7,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Lembaga Penyiaran Diminta Patuhi KPI Soal Larangan Konten Pria Gaya Wanita

Lembaga Penyiaran Diminta Patuhi KPI Soal Larangan Konten Pria Gaya Wanita