Home / Berita / Nasional / Beri Insentif Lebih untuk Transmigran di Pulau Terluar

Beri Insentif Lebih untuk Transmigran di Pulau Terluar

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Nabiel Almusawa - Foto: bp.blogspot.com
Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Nabiel Almusawa – Foto: bp.blogspot.com

dakwatuna.com – Jakarta.  Anggota DPR RI, Habib Nabiel Almusawa mendukung rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang akan menempatkan transmigran di pulau-pulau kecil terluar provinsi tersebut. Ia berharap langkah ini diikuti oleh provinsi-provinsi lain di Indonesia yang memiliki pulau terluar terutama yang berbatasan dengan negara tetangga.

“Tetapi kepada calon transmigran harus diberi tahu bahwa yang bersangkutan akan ditempatkan di pulau terluar sehingga mereka siap secara mental”, katanya.

Kepada calon transmigran tersebut perlu diberi insentif yang lebih dibandingkan transmigran biasa.

“Insentifnya harus melebihi transmigran lain yang tidak ditempatkan di pulau terluar. Apalagi bila pulau terluar tersebut jauh dan sulit dijangkau dari pusat pemerintahan daerah terkait. Tantangan yang akan mereka hadapi tentu jauh lebih sulit ketimbang transmigran biasa ”, paparnya.

Mereka yang siap ditempatkan di pula terluar, lanjutnya, berarti siap menjalankan dua program pemerintah yaitu pegentasan kemiskinan dan menjaga keutuhan NKRI.

“Karena itu mereka layak menerima insentif minimal dua kali lipat dibadingkan transmigran biasa”, ujarnya.

“Mereka berhak mendapatkan insentif jaminan hidup sebagaimana layaknya transmigran biasa dan insentif karena menjaga NKRI. Penjaga NKRI, inilah nilai penting mereka ”, ujarnya.

Dalan rilis yang diterima rdaksi, Habib menuturkan bahwa transmigran yang cocok ditempatkan di pulau terluar adalah mereka yang berprofesi sebagai nelayan. Selain jaminan hidup berupa rumah, makanan pokok, lauk pauk dan air layak minum; Kepada mereka perlu diberi insentif tambahan antara lain: fasilitas alat tangkap ikan yang memadai, alat komunikasi yang berfungsi 24 jam, jaminan kunjungan rutin dari aparat setempat.

“Yang tidak kalah penting insentif berupa dana yang diberikan kepada masing-masing kepala keluarga untuk penunjang hidup. Besarannya kurang lebih sama dengan tunjangan (kemahalan) aparat yang ditugaskan di daerah yang sangat terpencil”, ujarnya.

“Insentif dana tersebut penting untuk menumbuhkembangkan aktivitas ekonomi disana”, tambahnya.

Keutuhan NKRI senantiasa dalam ancaman bila pulau terluar tidak berpenduduk. “Kita harus mengambil pelajaran dari lepasnya Sipadan dan Ligitan dari NKRI. Keduanya menjadi milik Malaysia karena tidak ada warga Indonesia yang tinggal di dua pulau tersebut”, pungkasnya. (sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

((kominfo.go.id)

Terkait Perpanjangan Siaran TV Swasta, DPR Minta Kemkominfo Objektif dalam Mengambil Keputusan